Erwin merupakan salah satu perampok yang ikut menyekap 11 penghuni rumah mewah milik Ir Dodi Triono pada Senin (26/12/2016). Erwin diduga membantu otak pembunuhan sadis, Ramlan Butarbutar, yang kemudian tewas kehabisan darah setelah ditembak polisi. Ke-11 orang itu dimasukkan komplotan ini ke kamar mandi berukuran 2 x 1 meter. Enam orang tewas dan lima orang lainnya selamat dalam pembunuhan sadis tersebut.
Erwin lalu dilumpuhkan polisi dengan tembakan di kaki saat penangkapan di Rawalumbu, Bekasi, pada Rabu (28/12) kemarin. Erwin ditangkap bersama Ramlan.
Foto: Cici Marlina Rahayu/detikcomErwin saat dibawa ke ruang OK. |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia kan juga nggak bisa lari. Orang dirawat saja dia kesakitan aduh... aduh.... Itu kan terbatas gerakannya," kata Kepala Humas RS Polri AKBP Luh Ike Kristiani.
Ike mengaku sempat melihat proses perawatan Erwin. "Aku tadi lihat, waktu dirawat kan dari sana (VIP Melati). Jadi perawatan, pembersihan luka saja kalau ke ruang OK (ruang operasi untuk pembersihan luka) ini," ujar Ike.
Foto: Cici Marliana Rahayu/detikcomErwin terus menutupi wajahnya dengan selimut. |
Erwin selanjutnya dibawa ke ruang tindakan. Saat dipindahkan dari ruang OK, Erwin berganti selimut bertuliskan 'R OK'. Pria plontos itu terus menutupi wajahnya dengan selimut berwarna cokelat hingga masuk ke ruangan yang ada tulisan 'area radiasi' tersebut.
(aan/fdn)












































Foto: Cici Marlina Rahayu/detikcom
Foto: Cici Marliana Rahayu/detikcom