Aduh.. Perampok Pulomas Mengerang Kesakitan di Ruang Perawatan

Aduh.. Perampok Pulomas Mengerang Kesakitan di Ruang Perawatan

Cici Marlina Rahayu - detikNews
Kamis, 29 Des 2016 11:58 WIB
Aduh.. Perampok Pulomas Mengerang Kesakitan di Ruang Perawatan
Foto: Cici Marliana Rahayu/detikcom
Jakarta - Badan kekar dan tato banyak tak membuat Erwin Situmorang 'kebal' dari rasa sakit gara-gara ditembak timah panas oleh polisi. Erwin, perampok Pulomas yang juga melakukan penyekapan sadis, mengerang kesakitan saat dirawat di RS Polri, Kramatjati.

Erwin merupakan salah satu perampok yang ikut menyekap 11 penghuni rumah mewah milik Ir Dodi Triono pada Senin (26/12/2016). Erwin diduga membantu otak pembunuhan sadis, Ramlan Butarbutar, yang kemudian tewas kehabisan darah setelah ditembak polisi. Ke-11 orang itu dimasukkan komplotan ini ke kamar mandi berukuran 2 x 1 meter. Enam orang tewas dan lima orang lainnya selamat dalam pembunuhan sadis tersebut.

Erwin lalu dilumpuhkan polisi dengan tembakan di kaki saat penangkapan di Rawalumbu, Bekasi, pada Rabu (28/12) kemarin. Erwin ditangkap bersama Ramlan.
Erwin saat dibawa ke ruang OK.Foto: Cici Marlina Rahayu/detikcom
Erwin saat dibawa ke ruang OK.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria bertubuh kekar ini dipindahkan dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) ke ruang perawatan RS Polri, Kamis (29/12). Tidak ada polisi yang melakukan pengamanan saat Erwin dibawa menuju ruang OK (Operatie Kamer/ruang operasi) untuk pembersihan luka. Tubuh Erwin yang dihiasi bermacam gambar dan tulisan tato ditutupi selimut bermotif garis-garis. Dia memejamkan mata sambil menahan sakit. Tangannya juga diinfus. Sedangkan kaki bagian bawahnya diperban.

"Dia kan juga nggak bisa lari. Orang dirawat saja dia kesakitan aduh... aduh.... Itu kan terbatas gerakannya," kata Kepala Humas RS Polri AKBP Luh Ike Kristiani.

Ike mengaku sempat melihat proses perawatan Erwin. "Aku tadi lihat, waktu dirawat kan dari sana (VIP Melati). Jadi perawatan, pembersihan luka saja kalau ke ruang OK (ruang operasi untuk pembersihan luka) ini," ujar Ike.
Erwin terus menutupi wajahnya dengan selimut.Foto: Cici Marliana Rahayu/detikcom
Erwin terus menutupi wajahnya dengan selimut.


Erwin selanjutnya dibawa ke ruang tindakan. Saat dipindahkan dari ruang OK, Erwin berganti selimut bertuliskan 'R OK'. Pria plontos itu terus menutupi wajahnya dengan selimut berwarna cokelat hingga masuk ke ruangan yang ada tulisan 'area radiasi' tersebut.


(aan/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads