DetikNews
Kamis 29 Desember 2016, 09:31 WIB

Kaleidoskop 2016

Heboh Pesta Sabu dan Ritual Seks Gatot Brajamusti

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Heboh Pesta Sabu dan Ritual Seks Gatot Brajamusti Foto: Palevi S/detikHOT
Jakarta - Gatot Brajamusti ditangkap seusai pesta narkoba di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Bagai jatuh tertimpa tangga, guru spiritual penyanyi Reza Artamevia ini juga dilaporkan atas kasus pemerkosaan serta kepemilikan senjata api dan hewan langka.

Tim Satgasus Merah Putih Polres Mataram dan Lombok Barat awalnya menggerebek Gatot tepatnya di lantai 11 Hotel Golden Tulip, Mataram, NTB, pada Minggu, 28 Agustus 2016, sekitar pukul 23.00 WIB. Gatot ditangkap setelah terpilih untuk kedua kalinya menjadi Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) dalam kongres yang digelar di hotel pada 24-28 Agustus 2016.
Gatot, Dewi Aminah dan Reza Artamevia ditangkap di Lombok.Foto: Rachman Haryanto
Gatot, Dewi Aminah, dan Reza Artamevia ditangkap di Lombok.


Gatot ditangkap bersama istrinya, Dewi Aminah, dan penyanyi Reza Artamevia serta lima orang lainnya. Dari tangan Gatot dan Dewi Aminah, disita sabu dan bong. Urine Gatot dan istrinya juga dinyatakan positif narkoba.
Barang bukti diamankan dari rumah Gatot.Foto: Dok. Istimewa
Barang bukti diamankan dari rumah Gatot.


Penyidik Polres Mataram kemudian melakukan penggeledahan di rumah Gatot di Jalan Niaga Hijau X No 1 Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Sejumlah barang bukti disita, mulai dari sabu, 30 jarum suntik, bong, senpi, peluru, dan harimau Sumatera, serta elang Jawa. Kasus narkoba Gatot hingga kini masih bergulir di Pengadilan Negeri Mataram sejak 27 Desember 2016. Gatot kini telah dipecat sebagai Ketum Parfi dan posisinya diisi artis Marcella Zalianty.

Selain kasus narkoba, Gatot dijerat dengan pidana kepemilikan senjata api dan kepemilikan harimau Sumatera, yang diberi air keras. Dalam kasus kepemilikan senjata api, polisi menyita senjata api jenis Glock 26 dan jenis Walter PPK serta ratusan peluru disita dari rumah Aa Gatot di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, pada 29 Agustus 2016. Gatot terancam dibidik UU Darurat No. 12/1951 dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara.
Gatot juga dijerat pasal kepemilikan senjata.Foto: Gatot Brajamusti (Masaul/detikcom)
Gatot juga dijerat pasal kepemilikan senjata dan dia menyebut senjata itu diberi oleh Ary Suta.


Gatot konsisten menyebut senjata api itu diperoleh dariArySuta, mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Gatot pernah menggunakan senjata api itu dua kali untuk latihan menembak pada 2006. Ia juga mengatakan senjata api itu akan digunakan untuk properti film 'DetachmentPoliceOfficer (DPO)' dan AaGatot turut membintangi film tersebut. Kemudian, polisi meminta keteranganArySuta selama 3,5 jam pada Rabu, 7 September 2016. ArySuta, yang dicecar 38 pertanyaan, membantah memberikan senjata api kepadaGatot, yang pernah menjadi guruspiritualnya.
Namun, Ary Suta membantah memberi Gatot senjata api.Foto: Rachman Haryanto
Namun, Ary Suta membantah memberi Gatot senjata api.



Masalah demi masalah terus mendera Gatot. Setelah kasus narkoba dan kepemilikan senjata api mencuat, kabar tidak sedap kembali menerpa Gatot. Seorang perempuan cantik berinisial CTP (26) melaporkan Gatot atas dugaan kasus pemerkosaan pada Kamis, 8 September 2016.

CTP kemudian membongkar kedok Gatot, yang disebut sebagai gurunya. Dia menyebut Gatot kerap melakukan ritual nyabu, yang disebutnya 'aspat'. CTP juga mengungkap adanya ritual seks yang dilakukan Gatot dengan dalih untuk transformasi oksigen bagi jin yang ada di tubuh Gatot. Ritual sabu dan ritual seks itu dilakukan Gatot di padepokannya, yang berlokasi di Sukabumi, Jawa Barat.
CTP melapor Gatot memperkosanya di padepokan.Foto: Syahdan Alamsyah
CTP melapor Gatot memperkosanya di padepokan.


CTP mengaku beberapa kali berhubungan badan dengan Gatot dan ada juga perempuan lainnya yang disebut CTP seorang artis. CTP mengaku berhubungan badan dengan Gatot itu terjadi selama bertahun-tahun hingga dirinya hamil dua kali. Saat berusia 20 tahun, CTP hamil dan diminta Gatot menggugurkan. Kemudian pada 2011, CTP hamil lagi dan melahirkan pada 2012. Kini putra CTP telah berusia 4 tahun.

Selama itu, dia hanya bisa menuruti perintah dan tidak kuasa menolak lantaran kerap didoktrin. "Korban ketakutan dan selama ini didoktrin bahwa dia (Aa Gatot) adalah Tuhan, titisan Nabi Sulaiman, Malaikat Izrail-lah. Kemudian diancam bila tidak mengikuti keinginan dia, maka nanti akan celaka. Sehingga korban ketakutan dengan ancaman-ancaman dan doktrin itu dan mengikuti keinginannya," ungkap salah seorang kuasa hukum CTP, Sudharmono Saputra. Polisi mengaku telah mengantongi bill hotel, yang diduga sebagai tempat Gatot memerkosa CTP.

Buntut pengakuan CTP, Reza Artamevia, yang juga berguru kepada Gatot, turut diperiksa polisi sebagai saksi pada Selasa, 27 September 2016. Mantan istri mendiang Adjie Massaid ini dicecar 39 pertanyaan seputar dugaan pemerkosaan Gatot terhadap CTP.
Reza Artamevia mengaku pernah mengintip ritual seks Gatot.Foto: Desi Puspasari
Reza Artamevia mengaku pernah mengintip ritual seks Gatot.


Reza mengungkap adanya dugaan ritual seks menyimpang yang dilakukan Gatot di padepokannya. Ritual seks ini diawali dengan mengisap sabu yang disebut 'aspat' oleh Aa Gatot dan pengikutnya. Reza bahkan pernah mengintip ritual seks Gatot. Fakta-fakta di atas bagai mematahkan keterangan pelantun lagu 'Pertama' itu sebelumnya. Ibu dua anak ini awalnya menegaskan tidak ada perilaku seks menyimpang di padepokan Gatot Brajamusti. Selama di sana, menurut dia, aktivitas yang dilakukan adalah salat dan mengaji. "Tidak benar!" ucap Reza singkat setelah diperiksa polisi pada Rabu, 14 September 2016.

Setali tiga uang, Gatot dan istrinya akhirnya blak-blakan mengakui kicauan CTP soal ritual seks. Gatot beralasan ritual seks tersebut dilakukan karena adanya pengaruh sabu. Gatot maupun istrinya juga mengaku pernah melakukan hubungan seks bersama perempuan lain dan 'threesome' secara bergantian. "Kalau sudah makai itu (sabu) ya begitu maunya (melakukan hubungan seksual dengan pengikut-red)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono menirukan pengakuan Gatot di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 6 Oktober 2016.

Untuk kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan Gatot, polisi menunggu hasil tes DNA. Gatot diambil sampel DNA-nya untuk dicocokkan dengan DNA anak dari CTP, yang diperkosanya. Hasil tes DNA itu telah keluar dan menunjukkan Gatot dan putra CTP yang berusia 4 ada ikatan ayah dan anak. "Sudah keluar, hasilnya identik 99 persen," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono kepada detikcom pada Rabu, 19 Oktober 2016.

Nasib Gatot belum mau beranjak 'segudang' permasalahan. Hubungannya dengan Reza Artamevia. Sikap Reza yang awalnya membela mati-matian guru spiritualnya tersebut kini berubah berubah 180 derajat. Pelantun lagu 'Biar Menjadi Kenangan' itu justru ingin mempidanakan Aa Gatot.
Reza Artamevia melaporkan Gatot atas kasus dugaan penipuan.Foto: Noel/detikHOT
Reza Artamevia melaporkan Gatot atas kasus dugaan penipuan.


Pelantun lagu 'Pertama' itu melaporkan guru spiritualnya tersebut ke Polda Metro Jaya pada Jumat, 7 Oktober 2016. Ia ditemani oleh pengacaranya, Ramdan Alamsyah. Ramdan mengatakan Gatot dilaporkan dengan dugaan Pasal 378 KUHP tentang penipuan.

Reza, yang saat itu mengenakan kerudung pashmina warna kuning, tidak berucap sepatah kata pun saat ditanya oleh sejumlah pewarta. Ia menerobos kerumunan wartawan menuju ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya. Namun Reza akhirnya angkat bicara tentang maksud kedatangannya ke Polda Metro Jaya. Dia melaporkan Aa Gatot karena merasa dibohongi dengan mencekokinya mengisap aspat yang ternyata sabu-sabu.

"Saya merasa dirugikan, karena saya merasa jadi dianggap orang bahwa saya pecandu, junkiest, atau narkobais. Nah saya melaporkan hal itu karena saya merasa dirugikan," ujar Reza berapi-api.

Tak hanya itu, Reza mengaku menderita kerugian materi selama bergaul dengan Aa Gatot. Reza menyebut Gatot beberapa kali meminta uang kepadanya dengan alasan untuk mengobati warga tidak mampu. Padahal uang itu digunakan untuk ritual aspat. Reza enggan membeberkan seberapa besar jumlah uang yang telah ia keluarkan untuk memenuhi permintaan Gatot itu. "Ya pokoknya gitu, saya pernah dimintai transfer uang. Secara materi tidak terlalu besar, tapi lebih ke moril," ujar ibu dua anak yang kini fokus kembali berkarya tersebut.

Atas laporan Reza, Gatot merapatkan barisan bersama kuasa hukumnya mengumpulkan bukti-bukti untuk mematahkan segala tudingan janda mendiang artis dan anggota DPR, Adjie Massaid, itu. Tim kuasa hukum Gatot pun tengah memikirkan cara untuk melaporkan balik.
(aan/fjp)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed