Kompolnas: Perlu 911 Seperti di AS Antisipasi Kejahatan

Kompolnas: Perlu 911 Seperti di AS Antisipasi Kejahatan

Dhani Irawan - detikNews
Kamis, 29 Des 2016 08:10 WIB
Kompolnas: Perlu 911 Seperti di AS Antisipasi Kejahatan
Pemakaman korban pembunuhan Pulomas (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Aksi para pelaku perampokan sadis di Pulomas, Jakarta Timur, yang terekam dalam kamera CCTV, tampak santai memasuki rumah Ir Dodi Triono yang terbuka. Pengamanan di perumahan harus ditingkatkan agar kejadian serupa tidak terulang.

"Selain pengamanan perumahan, perlu dipikirkan juga pengamanan swadaya masyarakat, misalnya siskamling," kata Komisioner Kompolnas Poengky Indarti saat berbincang, Rabu (28/12/2016) malam.

Selain itu, menurut dia, CCTV yang dapat memonitor rumah dan lingkungan perlu dipasang untuk mencegah terjadinya perampokan. "Mungkin bisa dipertimbangkan penggunaan teknologi, seperti panic button, atau 911, di Amerika Serikat," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Poengky juga mengapresiasi gerak cepat Polda Metro Jaya dalam menangkap para pelaku perampokan di Pulomas. Dia berharap seorang pelaku yang masih jadi buron, Yus Pane, dapat segera ditangkap. "Semoga proses penyidikan terhadap para pelaku dapat berjalan lancar dan motif kejahatan mereka segera terungkap," kata Poengky.

Kejahatan para pelaku dilakukan pada Senin (26/12), namun baru diketahui keesokan harinya, Selasa (27/12). Ada 11 orang yang disekap para pelaku di kamar mandi di kediaman Dodi di Jl Pulomas Utara No 7A.

Enam dari 11 yang disekap tewas, yakni Dodi Triono (59), Diona Arika Andra Putri (16), Dianita Gemma Dzalfayla (9), Amalia Calista alias Amel (teman anak korban), Sugiyanto alias Yanto (sopir), dan Tarso (40) (sopir). Sedangkan 5 korban luka akibat penyekapan Pulomas adalah Emi (41), Zanette Kalila Azaria (13), Santi (22), Fitriani (23), dan Windy (23). (idh/idh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads