"Selain Santi anak sulungnya, Emi punya dua anak lagi yaitu Nandi (14) dan Penti (9) saat ini mereka tak hentinya menanyakan nasib ibu dan kakaknya. Asalnya mereka mau ikut dengan ayahnya ke Jakarta tapi dilarang sama keluarganya yang lain," tutur Heni (40) tetangga yang juga masih kerabat Emi kepada detikcom, Rabu (28/12).
Sejak peristiwa sadis itu ramai diberitakan, keluarga besar Emi di Kampung Cipongkok, RT 10/04 Desa Tegalega, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi, tak hentinya terus mencari perkembangan informasi di televisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Syahdan AlamsyahKeluarga Emi dan Santi di Sukabumi. (Syahdan Alamsyah/detikcom) |
Sementara itu, Ipa (38) kerabat korban yang lain bercerita jika Emi pernah bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Arab Saudi, semenjak kepulangannya pada tahun 2005 lalu Emi menganggur dan hanya bekerja serabutan.
"Dia diajak sama Santi untuk kerja di kediaman Pak Dodi, katanya daripada nganggur di rumah. Di Jakarta kurang dari sebulan, tahunya ada kejadian seperti ini," tuturnya.
"Kalau orang sini sih tahunya dia (Santi -red) kerja di Jakarta, tahu dia ada di rumah Pak Dodi ya dari berita di televisi. Dibilang ada warga Sukabumi namanya Santi, lalu keluarganya di sini menghubungi keluarga yang di Jakarta supaya ngecek ke rumah sakit benar nggak Santi yang kata berita itu Santi warga sini," kata Ipa. (tor/tor)












































Foto: Syahdan Alamsyah