Usai menjenguk Anet (sapaan karib Zanette), Arinza mengatakan kondisi anak dari kedua mendiang Ir Dodi ini semakin membaik. Dia menuturkan kondisi saat ini sudah bisa berkomunikasi dengan baik.
"Alhamdulillah membaik. Pemulihan enggak ada masalah. Kalau luka enggak ada. Kalau psikis ya perlu waktu. Komunikasi sih bisa, tapi belum bisa jauh," katanya di RS Kartika Pulomas, Jakarta Timur, Rabu (28/12/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketakutannya di waktu orang-orang itu masuk ke dalam rumah. Nyuruh mereka ke dalam kamar mandi itu. Bahkan. Dia duduk di atas siapa saja," ucapnya.
Sebelumnya, menurut pihak manajemen RS Kartika Pulomas mengatakan, Anet bersama korban yang dirawat diperkirakan akan menginap di rumah sakit selama 3-4 hari lagi. Kelima korban dirawat di kelas VIP.
"Kemungkinan besar 4 sampai 3 hari lagi di sini. Semuanya sih dalam dua sisi. Kan kita semua tahu apa yang terjadi, nah jadi kita perbaiki dulu dari segi fisiknya, baru kita masuk ke dalam psikisnya," kata Said.
Saat ini, Anet masih dalam perawatan RS Kartika Pulomas bersama dua orang pembantu Ir Dodi atas nama Emi (41) dan Santi (22), dan dua orang baby sitter bernama Fitriani (23) dan Windy (23).
Sementara keenam korban tewas yakni Dodi Triono (59), Diona Arika Andra Putri (16), Dianita Gemma Dzalfayla (9), Amalia Calista alias Amel (teman anak korban), Sugiyanto alias Yanto (sopir) dan Tarso (40) (sopir). Diona dan Gemma adalah putri dari Dodi yang jenazahnya dimakamkan di TPU Tanah Kusir pada siang tadi. (azf/rvk)











































