Ramlan Butarbutar Keluar Masuk Penjara, Berjalan Pincang karena Ginjal

Ramlan Butarbutar Keluar Masuk Penjara, Berjalan Pincang karena Ginjal

Ibnu Hariyanto - detikNews
Rabu, 28 Des 2016 19:43 WIB
Ramlan Butarbutar Keluar Masuk Penjara, Berjalan Pincang karena Ginjal
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Pelaku perampokan disertai penyekapan di kediaman Dodi Triono di Pulomas, Jakarta Timur, Ramlan Butarbutar diketahui residivis kasus yang sama. Catatan kriminal ini yang mempermudah polisi mengungkap kasus perampokan yang berujung kematian 6 orang di kediaman Dodi.

"(Ramlan) berapa kali keluar mauk LP, berapa kali anggota kita menangkap kan," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan dalam jumpa pers di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu (28/12/2016).

Ramlan juga mudah dikenali dari ciri gaya berjalan. Ramlan yang disebut-sebut juga masuk jaringan kelompok perampokan 'Korea Utara' ini berjalan pincang karena penyakit yang diderita.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang bersangkutan kalau berjalan pincang, pincang karena mempnyai penyakit ginjal, jadi kita tahu ciri-cirinya," sambung Iriawan.

Ramlan Butarbutar Keluar Masuk Penjara, Berjalan Pincang karena GinjalKapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan menunjukkan foto pelaku perampokan di Pulomas (Ibnu-detikcom)


Ramlan beraksi di rumah Dodi pada Senin (26/12) bersama Erwin Situmorang, Yus Pane dan Sinaga. Ramlan dan Erwin ditangkap saat bersembunyi di rumah kontrakan di Rawa Lumbu, Bekasi siang tadi, sedangkan Yus dan Sinaga masih dikejar polisi.

"Pengejaran dilakukan di beberapa tempat ada di Bandung, Cianjur dan ke Bekasi itu hasil tentunya ada informasi ada saksi," imbuhnya.

Saat beraksi, Ramlan menurut Iriawan memang kerap melakukan kekerasan terhadap korbannya. Hal ini yang dilakukan saat menyekap 11 orang di kamar mandi.

"Perampokan disertai pembunuhan jelas, itu saksinya juga menyampaikan demikian karena awal masuk Ramlan menanyakan di mana kamar majikan kamu itu pertama-tama," ujar dia.

Penyekapan mulanya dilakukan kepada 10 orang. Setelah Dodi datang, Ramlan dkk juga melakukan penyekapan di kamar mandi berukuran 2x1 meter persegi. Saat beraksi, dua orang membawa pistol dan juga senjata tajam.

"Jadi setelah selesai (beraksi) pelaku keluar, baru saudara Dodi sampai di rumah tersebut, artinya setelah aksi dilakukan mereka saudara Dodi datang sekalian dimasukkan disekap ke dalam kamar tersebut," terang Iriawan.

Nantinya polisi akan menggali keterangan dari Erwin Situmorang yang kini dirawat di RS Polri soal alasan menargetkan rumah Dodi.

"Kita akan melakukan pemeriksaan pendalaman terhadap tersangka yang tertangkap, kita akan pertanyakan kenapa rumah yang bersangkutan jadi sasaran. Itu mohon kesabaran teman media, kita akan menggali keterangan dari tersangka yang ditangkap," kata Iriawan.

(fdn/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads