Mengapa Ramlan Cs Incar Rumah Dodi Sebagai Target Perampokan?

Mengapa Ramlan Cs Incar Rumah Dodi Sebagai Target Perampokan?

Ibnu Hariyanto - detikNews
Rabu, 28 Des 2016 18:52 WIB
Mengapa Ramlan Cs Incar Rumah Dodi Sebagai Target Perampokan?
Kapolda Metro Jaya Irjen Iriawan (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta - Polisi akan mendalami mengapa para pelaku perampokan mengincar rumah Ir Dodi Triono, di Pulomas, Jakarta Timur. Polisi memastikan kasus ini bermotif kriminal murni.

"Kita akan melakukan pemeriksaanm pendalaman terhadap tersangka yang tertangkap, kita akan pertanyakan kenapa rumah yang bersangkutan jadi sasaran. Itu mohon kesabaran teman media, kita akan menggali keterangan dari tersangka yang ditangkap," ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen M Iriawan, saat jumpa pers di RS Polri Jenderal Sukanto, Jl Raya Bogor, Jakarta, Rabu (28/12/2016).

Iriawan mengatakan, para pelaku adalah komplotan profesional dan spesialis perampokan barang berharga. Dari tangan pelaku, polisi menemukan sejumlah uang, ponsel hingga jam tangan Rolex.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi kita masih keterangan dari tersangka," ucapnya.

Dalam kasus ini polisi sudah menangkap dua orang pelaku yaitu Erwin Situmorang, Ramlan Butar-butar dan pria berinisial R yang menyembunyikan pelaku perampokan. Tapi polisi menembak mati Ramlan karena melakukan perlawanan saat ditangkap petugas. Masih ada pelaku lainnya yang diburu polisi.

Perampokan disertai pembunuhan ini terjadi di rumah Dodi, yang berada di Jl Pulomas Utara No 7A Pulogadung, Jakarta Timur. Mayat korban pembunuhan ini ditemukan oleh teman anak korban pada Selasa (27/12) pagi.

Saksikan video menarik dari 20detik di sini:


Keenam korban tewas yakni:

1. Ir Dodi Triono (59)
2. Diona Arika Andra Putri (16), putri Dodi
3. Dianita Gemma Dzakfayla (8), anak ketiga Dodi
4. Amel, teman anak korban
5. Yanto, sopir Dodi
6. Tarso (40)

Sementara lima korban yang masih hidup yakni:

1. Emi (41)
2. Zanette Kslila Azarua (13), anak kedua Dodi
3. Santi (22)
4. Fitriani (23), pembantu di rumah korban
5. Windy (23), pembantu di rumah korban (rvk/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads