"Penggunaan media sosial banyak positifnya karena keterbukaan tapi juga banyak negatif. Sangat dapat menyebabkan perpecahan, untuk itu masyarakat kita imbau untuk tidak mudah juga men-share berita yang tidak jelas," jelas Tito di Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan (28/12/2016).
Untuk menekan dampak perpecahan dari media sosial, Kapolri mengimbau ketika mendapat suatu berita atau informasi, sebaiknya masyarakat harus mengecek terlebih dahulu terkait berita tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut disampaikan Tito saat rilis kinerja polisi sepanjang tahun 2016. Pada survei yang dilakukan Indonesia Indicator, pemberitaan positif terhadap kinerja Kapolri sebanyak 42 persen, sedangkan yang negatif sebanyak 26 persen, dan sisa 32 persen adalah netral. (rvk/rvk)
