"Sudah mulai dampak, hari kelima mulai timbul ISPA, diare, dan infeksi. Diare sudah mulai meningkat dan kita melakukan tindakan dan rawat inap. Jadi kita harus rawat," ujar Dansatgas Penanggung Jawab Bansos TNI Laksamana Pertama TNI Nalendra di Bima, Nusa Tenggara Barat, Rabu (28/12/2016).
Saat ini terdapat 8.811 pengungsi yang tersebar di 27 lokasi pengungsian. Menurut Nalendra, kebanyakan pengungsi mengalami luka pada bagian tubuhnya. Hal inilah yang diperkirakan memicu terjadinya infeksi beberapa hari ke depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang saat ini kami butuhkan adalah suplai obat-obatan. Kami telah meminta segera menggeser obat-obatan. Hal ini karena dampak banjir sudah mulai bermunculan, khususnya pada kesehatan," jelasnya.
Direncanakan, posko kesehatan milik TNI itu akan dibuka selama 14 hari ke depan. Perlu diketahui, banjir bandang menghantam Kota Bima pada 21 Desember lalu dan pada 23 Desember 2016 kembali terjadi banjir susulan.
Sekitar 105 ribu orang terkena dampak akibat banjir bandang ini. Berdasarkan laporan kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla saat melakukan rapat koordinasi dengan seluruh pihak terkait, diketahui bahwa lima hari setelah banjir, 80 persen aktivitas warga sudah pulih.
Diduga penyebab banjir bandang adalah aktivitas illegal logging dan penumpukan sampah di aliran sungai. (tfq/rna)











































