Kanwil Ditjen Bea-Cukai Jateng mendapatkan informasi paket mencurigakan di Kantor Pos Semarang pada Rabu (21/12) lalu. Kepala Kantor Pos Jawa Tengah Soni Fajar mengatakan paket tersebut datang sehari sebelumnya dengan manifes mainan 'Board Game' yang dikirim dari Jerman.
"Setelah diperiksa X-ray, ada gambar mencurigakan di dalam kotak tersebut," kata Soni Fajar di Kantor Bea-Cukai Jateng-DIY, Jalan Arteri Yos Sudarso, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (28/12/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom |
Kemudian pada Selasa (27/12) kemarin, ada pria mencurigakan yang datang ke Kantor Pos Pleburan, Semarang, untuk mengambil paket itu. Tim BNNP dan Bea-Cukai yang melakukan pemantauan langsung membekuk pria bernama Adi (29) atau ASN itu.
"Setelah diperiksa, ASN mengaku disuruh seseorang bernama EWT," tandas Kepala BNNP Jateng Brigjen (Pol) Tri Agus.
Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom |
"Dari penggeledahan di 3 lokasi itu diperoleh beberapa jenis narkotika golongan I," tegas Tri Agus.
Barang bukti yang diamankan adalah 1.000 butir ekstasi asal Jerman, 2,8 gram kokain asal Belanda, 138,74 gram Methylene Dioxy Methamphetamine (MDMA) asal Polandia, 82,67 gram Kethamine asal Belanda, dan 1.624 lembar Lysergic Acid Diethylamide (LSD) dari Polandia yang merupakan narkoba jenis baru.
Tri Agus menambahkan berbagai jenis narkoba golongan I itu memang hendak diedarkan di Kota Semarang di sejumlah tempat hiburan malam untuk perayaan tahun baru 2017.
"Berdasarkan keterangan EWT, memang berbagai varian narkotika tersebut rencananya akan diedarkan di beberapa tempat hiburan malam, seperti kafe, bar, night club, dan karaoke di Semarang menjelang pesta pergantian tahun," terang Tri Agus.
Pelaku yang berperan sebagai pemesan barang, EWT, ternyata memanfaatkan forum drugs di internet untuk memesan narkoba dari berbagai negara via online dengan akun @Homer. Mereka melakukan transaksi dengan memakai mata uang virtual bernama Bitcoin, yang setara 800 USD per koinnya.
Kepala Kanwil Ditjen Bea-Cukai Jateng-DIY Untung Basuki menambahkan para pelaku melakukan modus pemesanan mengikuti perkembangan zaman yang termasuk baru. Oleh sebab itu, pihaknya akan memperketat pengawasan keluar-masuk barang ke Jawa Tengah.
"Mereka membayar memakai Bitcoin. Jadi memang tentunya kami semua mengantisipasi modus baru seperti itu," tegas Untung.
Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom |
Untung mengimbau masyarakat harus lebih waspada terhadap peredaran narkoba di Indonesia karena modusnya beragam. Orang tua juga diharapkan lebih memperhatikan putra-putrinya agar tidak bergaul dengan orang yang salah.
"Ini ada perempuan yang pacarnya ASN. Seperti ini, orang tua harus lebih waspada," imbau Untung. (alg/rna)












































Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom