Narkoba dari Eropa untuk Pesta Tahun Baru Diamankan di Semarang

Narkoba dari Eropa untuk Pesta Tahun Baru Diamankan di Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 28 Des 2016 15:06 WIB
Narkoba dari Eropa untuk Pesta Tahun Baru Diamankan di Semarang
Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Kanwil Ditjen Bea-Cukai Jawa Tengah, Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah, serta Kantor Pos Jawa Tengah menggagalkan peredaran narkoba yang akan digunakan untuk pesta tahun baru. Berbagai narkoba itu dikirim dari luar negeri dengan modus pemesanan online.

Kanwil Ditjen Bea-Cukai Jateng mendapatkan informasi paket mencurigakan di Kantor Pos Semarang pada Rabu (21/12) lalu. Kepala Kantor Pos Jawa Tengah Soni Fajar mengatakan paket tersebut datang sehari sebelumnya dengan manifes mainan 'Board Game' yang dikirim dari Jerman.

"Setelah diperiksa X-ray, ada gambar mencurigakan di dalam kotak tersebut," kata Soni Fajar di Kantor Bea-Cukai Jateng-DIY, Jalan Arteri Yos Sudarso, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (28/12/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Narkoba dari Eropa untuk Pesta Tahun Baru Diamankan di SemarangFoto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Pihak pos kemudian menginformasikan kepada Bea-Cukai Jateng dan dilakukan koordinasi dengan BNNP Jateng. Selanjutnya dilakukan pengiriman paket dengan pengawasan petugas. Di alamat yang dituju, yaitu sebuah rumah kos, ternyata paket yang sebenarnya berisi ekstasi itu ditolak oleh penghuninya.

Kemudian pada Selasa (27/12) kemarin, ada pria mencurigakan yang datang ke Kantor Pos Pleburan, Semarang, untuk mengambil paket itu. Tim BNNP dan Bea-Cukai yang melakukan pemantauan langsung membekuk pria bernama Adi (29) atau ASN itu.

"Setelah diperiksa, ASN mengaku disuruh seseorang bernama EWT," tandas Kepala BNNP Jateng Brigjen (Pol) Tri Agus.

Narkoba dari Eropa untuk Pesta Tahun Baru Diamankan di SemarangFoto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Petugas kemudian melakukan pengembangan dan menangkap EWT atau Erik, yang merupakan warga Kawi, Semarang, di kafe daerah Siranda, Semarang. Penangkapan terus dikembangkan dan ternyata masih banyak barang bukti lain di rumah EWT di Kawi, rumah ASN di Ngagling Semarang, dan rumah kos di daerah Tembalang yang dihuni kekasih ASN, yaitu Eva (26) atau EPS. Eva berperan menyimpan berbagai narkoba di kamar kosnya.

"Dari penggeledahan di 3 lokasi itu diperoleh beberapa jenis narkotika golongan I," tegas Tri Agus.

Barang bukti yang diamankan adalah 1.000 butir ekstasi asal Jerman, 2,8 gram kokain asal Belanda, 138,74 gram Methylene Dioxy Methamphetamine (MDMA) asal Polandia, 82,67 gram Kethamine asal Belanda, dan 1.624 lembar Lysergic Acid Diethylamide (LSD) dari Polandia yang merupakan narkoba jenis baru.

Tri Agus menambahkan berbagai jenis narkoba golongan I itu memang hendak diedarkan di Kota Semarang di sejumlah tempat hiburan malam untuk perayaan tahun baru 2017.

"Berdasarkan keterangan EWT, memang berbagai varian narkotika tersebut rencananya akan diedarkan di beberapa tempat hiburan malam, seperti kafe, bar, night club, dan karaoke di Semarang menjelang pesta pergantian tahun," terang Tri Agus.

Pelaku yang berperan sebagai pemesan barang, EWT, ternyata memanfaatkan forum drugs di internet untuk memesan narkoba dari berbagai negara via online dengan akun @Homer. Mereka melakukan transaksi dengan memakai mata uang virtual bernama Bitcoin, yang setara 800 USD per koinnya.

Kepala Kanwil Ditjen Bea-Cukai Jateng-DIY Untung Basuki menambahkan para pelaku melakukan modus pemesanan mengikuti perkembangan zaman yang termasuk baru. Oleh sebab itu, pihaknya akan memperketat pengawasan keluar-masuk barang ke Jawa Tengah.

"Mereka membayar memakai Bitcoin. Jadi memang tentunya kami semua mengantisipasi modus baru seperti itu," tegas Untung.

Narkoba dari Eropa untuk Pesta Tahun Baru Diamankan di SemarangFoto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Kini 3 tersangka ditahan oleh BNNP Jateng untuk penyelidikan lebih lanjut. Mereka dijerat Pasal 113 dan 114 ayat 2, Pasal 112 ayat 2, dan Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Untung mengimbau masyarakat harus lebih waspada terhadap peredaran narkoba di Indonesia karena modusnya beragam. Orang tua juga diharapkan lebih memperhatikan putra-putrinya agar tidak bergaul dengan orang yang salah.

"Ini ada perempuan yang pacarnya ASN. Seperti ini, orang tua harus lebih waspada," imbau Untung. (alg/rna)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads