"Patut Anda ketahui, panitia seleksinya dilakukan bukan hanya tim MA, tetapi melibatkan Deputi Menpan RB, BKN, dan perguruan tinggi. Dari MA hanya dua orang," ujar Hatta Ali dalam konferensi pers di Gedung MA Jalan Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (28/12/2016).
Hatta mengatakan proses seleksi Sekretaris MA sudah dilakukan beberapa bulan yang lalu. Tiga calon nama yang terpilih telah dikirim ke presiden melalui Setneg.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hatta mengaku hingga kini belum mendapat jawaban dari presiden.
"Kami masih menunggu, makin cepat makin senang. Supaya organisasi ini berjalan secara baik. Jangan ada kesan pansel dari MA. Ini saya sampaikan ada dari Menpan, BKN, dan perguruan tinggi negeri. Bahkan dari MA dua orang, jadi lima seluruhnya," pungkasnya.
Sebelumnya Koalisi Pemantau Peradilan mendorong Mahkamah Agung (MA) transparan dan obyektif dalam seleksi jabatan Sekretaris MA. Tidak hanya membuka lowongan untuk internal, lembaga peradilan itu juga harus merangkul publik dalam proses seleksi.
"Tiga nama untuk mengisi posisi Sekretaris MA harus melalui proses yang transparan. Kami meminta adanya satu pansel untuk menyeleksi nama-nama yang akan diberikan pada presiden," ujar anggota Koalisi Pemantau Peradilan, Liza Farihah, saat konferensi pers bersama Koalisi Pemantau Peradilan di YLBHI pada 3 Agustus 2016. (edo/asp)










































