"Layanan listrik di Kota Bima sudah 99,5 persen menyala, 11 dari 12 gardu listrik yang mati sudah berhasil dinyalakan oleh PLN. Hanya satu gardu di Kapanta, Kelurahan Nungga, Kecamatan Rasanae, yang belum menyala karena longsor," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Rabu (28/12/2016).
Menurut Sutopo, aktivitas masyarakat sudah kembali normal. Begitu pun penanganan pengungsi yang semakin baik. Wakil Presiden Jusuf Kalla menjenguk para korban dan mengecek langsung kondisi di lapangan, Rabu (28/12) hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seusai banjir bandang pada 21 Desember, banjir kembali melanda Bima pada 23 Desember. Masa tanggap darurat ditetapkan sejak 22 Desember hingga 5 Januari 2017.
"Jalan-jalan protokol sudah bersih dari genangan dan lumpur. Saat ini 650 personel dari TNI, Polri, dan relawan masih terus membersihkan lumpur dan lingkungan. Untuk mempercepat pembersihan, posko mengerahkan 70 truk dan 5 ekskavator untuk mengangkut sampah serta sudah dibuka lokasi TPA baru," jelas Sutopo.
Sutopo menambahkan jumlah pengungsi saat ini sekitar 6.900 jiwa dan tersebar di 33 titik. Kepala BNPB Willem Rampangilei turun langsung ke Bima untuk mengecek penanganan bencana.
"Masyarakat diimbau selalu waspada. Bulan Januari adalah puncak musim penghujan. Jadi potensi banjir masih tetap ada," imbuh Sutopo. (rna/bag)











































