Pada pukul 11.27 WIB, Selasa (28/12/2016), Bupati Syafii bicara melalui telepon ke detikcom. Setelah mengucapkan salam, dia tertawa. "Saya tidak ada komentar, kenapa jadi menarik ya?" katanya sambil tertawa lepas.
Bupati Syafii enggan menanggapi serius wacana Perda Poligami yang ditujukan untuk menghapus maraknya praktek prostitusi dan menghindari maksiat di Kabupaten Pamekasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika ditanya tanggapan istrinya yang mendukung wacana Perda Poligami dan siap dimadu jika perda tersebut disetujui, Bupati Syafii kembali tertawa. Dia meminta detikcom meminta tanggapan langsung dari istrinya.
"Istri saya di rumah. Tanya langsung ke istri saya saja, biar nanti saya suruh istri menghubungi sampean (Anda) sendiri biar jelas," pungkas Syafii, yang kembali tertawa lepas sambil menutup telepon dengan salam.
Usulan raperda poligami muncul dalam dengar pendapat Aliansi Umat Islam (AUI) dengan DPRD pekan lalu. Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Apik mengaku wacana yang digulirkan pihaknya mendapat dukungan dan penolakan dari masyarakat Pamekasan. Salah satu dukungan datang dari istri Bupati Pamekasan, Anny Syafii.
"Kami masih tunggu respons dari masyarakat," kata Apik kemarin saat dihubungi detikcom.
Baca: Tentang Usulan Raperda Poligami di Pamekasan dan Rencana DPRD (ze/try)










































