Dalam rilis yang diterima dari PT Pelni, Rabu (28/12/2016), KM Sinabung kandas sejak Kamis (22/12), saat melakukan pelayaran dari Ambon menuju Tual. Lokasi kandas terletak di alur masuk Pelabuhan Tual, Maluku, atau persisnya 7 mil dari pelabuhan.
Proses pembebasan KM Sinabung dari posisi kandas memakan waktu cukup lama karena sangat bergantung pada faktor alam. Ketua Management Response Team (MRT) PT Pelni, Capt Yanto Duriyanto, menjelaskan dirinya bersama tim telah mencoba sejumlah cara untuk membebaskan kapal, namun gagal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tim di lapangan berpacu dengan waktu karena untuk mengeluarkan kapal kandas sangat bergantung pada ketinggian air laut. Untuk kasus KM Sinabung di alur masuk Pelabuhan Tual ini, ketinggian air yang memungkinkan terjadi di malam hari, dan hanya berlangsung selama 1 jam 30 menit. Jika dalam durasi itu kapal belum berhasil dibebaskan, maka upaya berikutnya harus menunggu keesokan harinya," papar Yanto.
Upaya Tim MRT membebaskan KM Sinabung itu akhirnya berhasil pada Selasa (27/12) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. KM Sinabung yang sudah dievakuasi itu dapat kembali melayani masyarakat di rute Surabaya-Makassar-BauBau-Ambon-Tual-Ambon-Ternate-Bitung-Bacan-Sorong-Manokwari-Biak, setelah dilakukan pemeriksaan di Tual dan Ambon oleh BKI untuk memastikan kelaiklautan kapal.
Proses pembebasan di lapangan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua MRT Capt Muhisi, yang juga menjabat Senior Manager Operasi, didukung oleh anggota MRT lainnya, Capt Labani (SM Nautika dan Pengawakan), Aprisman Dedi (SM Surveyor), Capt Marlius Bahar (Nakhoda KM Sinabung), Bambang EH, dan Erivaldi.
(rvk/rvk)











































