Ada Kertas Berisi Ajakan Jihad pada Peledak yang Ditemukan di Magelang

Ada Kertas Berisi Ajakan Jihad pada Peledak yang Ditemukan di Magelang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 28 Des 2016 09:21 WIB
Ada Kertas Berisi Ajakan Jihad pada Peledak yang Ditemukan di Magelang
Tas yang berisi peledak. (Dok. Polda Jawa Tengah)
Magelang - Bahan peledak yang ditemukan di Magelang, Jawa Tengah, ternyata juga disertai selebaran bertulisan Arab. Tulisan itu berisi ajakan jihad.

Selebaran itu berada di dalam tas perempuan berwarna cokelat tempat menyimpan bahan peledak berupa bubuk beserta kabel dan jam. Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes (Pol) Djarod Padakova mengatakan inti dari selebaran tersebut adalah ajakan jihad.

"Isinya, intinya 'mari kita semangat untuk melakukan jihad'. Bentuknya selembar, tulisan Arab. Tadi diterjemahkan sama anggota," kata Djarod di Mapolda Jateng, Selasa (27/12/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Repro foto kertas bertuliskan bahasa Arab yang ditemukan di peledakRepro foto kertas bertuliskan bahasa Arab yang ditemukan di peledak. (Angling Aditya Purbaya/detikcom)


Meski demikian, hingga kini belum diketahui siapa pemilik tas berisi bahan peledak itu. Polisi juga masih mencari tahu apakah peledak itu termasuk high explosive atau low explosive.

"Masih didalami siapa pemiliknya," tandas Djarod.

Diberitakan sebelumnya, tas cokelat berisi bahan peledak tersebut ditemukan seorang penjual sate di Jalan Pahlawan, Magelang, yang hendak membuka dagangannya sekitar pukul 04.30 WIB. Tas yang semula berada di bawah gerobak penjual batagor itu dipindahkan ke bawah kursi depan apotek.

Saat mengintip isi tas, pedagang sate bernama Arif Rohman itu terkejut karena ada rangkaian berkabel dengan lilitan lakban hitam. Temuan itu langsung dilaporkan ke ketua RT setempat dan diteruskan ke kepolisian.

Baca Juga: Tukang Sate Temukan Bahan Peledak di Magelang, Sudah Diamankan Polisi

Tim Jihandak Polda Jateng segera datang ke lokasi dan meledakkan tas tersebut. Sisa ledakan dikumpulkan dan dibawa oleh tim Inafis Polda Jateng untuk diteliti.

"Hasil ledakkan dikumpulkan untuk penelitian apakah jenis bom ini high explosive atau low explosive, masih diteliti Inafis," pungkas Djarod. (alg/elz)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads