Sempat Sepi, Lokasi Pembunuhan di Pulomas Kembali Didatangi Warga

Sempat Sepi, Lokasi Pembunuhan di Pulomas Kembali Didatangi Warga

Ahmad Masaul Khoiri - detikNews
Rabu, 28 Des 2016 08:45 WIB
Sempat Sepi, Lokasi Pembunuhan di Pulomas Kembali Didatangi Warga
Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom
Jakarta - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengirim karangan bunga duka di rumah Ir Dodi Triono. Dalam karangan bunga tersebut, Mensos mengucapkan dukacita kepada seluruh korban.

Terlihat di lokasi, Jl Pulomas Utara No 7A, Jakarta Timur, Rabu (28/12/2016), karangan bunga dukacita tersebut diletakkan di depan rumah dan diikatkan pada sebuah pohon. Kalimat di dalamnya bertuliskan 'Turut berduka cita atas meninggalnya Dodi Triono, Diona Arika Andra Putri, Dianita Gemma Dzalfayla, Amel, Yanto. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa'.

Menurut polisi yang berjaga di lokasi, karangan bunga itu diletakkan tadi malam. Warga yang penasaran akan apa yang terjadi di rumah tersebut masih terlihat mendatangi lokasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mensos Khofifah Kirim Karangan Bunga ke Rumah Ir Dodi Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom
Sebelumnya, polisi sudah mengautopsi seluruh jenazah korban pembunuhan sadis di Pulomas, Jakarta Timur. Meski demikian, hasil autopsi belum bisa diumumkan kepada publik.

Kepala Bidang Pelayanan Kedokteran Kepolisian (Kabid Yandokpol) RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kombes (Pol) Yusuf Mawadi mengatakan masih ada sejumlah tahapan pemeriksaan yang harus dilakukan untuk mendapatkan hasil tes yang akurat. Setelah itu, kata Yusuf, hasilnya akan diserahkan kepada penyidik untuk menentukan langkah selanjutnya.

Mensos Khofifah Kirim Karangan Bunga ke Rumah Ir Dodi Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom
"Jadi kami sudah melakukan pemeriksaan autopsi ya, namun hasil itu butuh beberapa segala macam dan lain lain, sampai saat ini kami belum dapat menyimpulkan," kata Yusuf seusai serah-terima jenazah korban pembunuhan Pulomas di RS Polri, Rabu (28/12).

"Jika sudah kami dapatkan hasil, nanti kami serahkan ke penyidik," sambungnya. (msl/rna)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads