John sendiri mengaku terkejut mendengar kabar duka yang menimpa Dodi dan keluarganya. Dia mengaku tidak mengetahui pasti apakah motif pembunuhan ini karena urusan bisnis.
"Nggak tahu masalah gituan (bisnis) kan sudah detail kan mereka akhir-akhir ini. Kalau saya kan, masalah keluarga saya bantuin," kata John di lokasi kejadian, Pulomas, Jakarta Timur, Selasa (27/12/2016) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
John mengaku cukup sering bertemu dan berkumpul bersama keluarga Dodi. Meski demikian, belakangan mereka sudah lama tidak bertemu.
"(Terakhir ketemu) tanggal 24 Desember, tanggal 25 saya ke Singapura. Nggak ada (yang diomongin) kita ketemu udah lama, kangen-kangenan," ujar John.
John mengatakan selama ini Dodi, yang diketahui berprofesi sebagai arsitek, juga menjalankan bisnis lainnya. Bisnis properti menjadi hal yang dipilih untuk dijalani pria yang disebut-sebut juga merupakan pemenang tender proyek renovasi gedung Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan itu.
"Dia (bisnis) properti," terang John.
Seperti diberitakan sebelumnya, Dodi tewas di rumahnya di Jl Pulomas Utara No 7A Kayuputih, Pulogadung, Jakarta Timur, bersama 5 orang lainnya akibat dibunuh secara sadis. Mereka adalah dua putri Dodi, Diona Arika Andra Putri (16) dan Dianita Gemma Dzalfayla (9); Amel, teman Gemma; serta dua sopir bernama Yanto dan Tasrok.
Sedangkan Anet (13), anak Dodi lainnya, selamat dan masih dirawat di RS Kartika, Pulomas. Selain Anet, korban selamat lainnya adalah Emi, Santi, Fitriani, dan Wendy. (kst/elz)











































