"Mereka kehabisan napas karena panik, bayangkan disekap di dalam satu ruangan sempit, itu kejam sekali," ujar Komisioner KPAI Erinda kepada wartawan di RS Kartika Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (27/12/2016).
Erlinda mengatakan, hal itu diungkapkan oleh Zanette Kalila Azaira alias Anet (13). Anet adalah anak dari Dodi, hasil pernikahan dengan istri keduanya, Almyanda Saphira.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sharing ananda Anet yang disabilitas, dia harus kuatkan kakaknya untuk lebih survive karena ditempatkan berjam-jam di tempat yang tidak layak, di ruangan kecil, sang kakak yang tidak bisa bernafas dan teriak sehingga gigit adiknya (Anet) seolah-olah 'dek kamu harus selamat, kakak tidak sanggup lagi'," jelas Erlinda.
Anet mengalami sejumlah kekerasan dari pelaku. Dia tidak hanya disekap, tetapi juga direndam di bathtub di kamar mandi lain, dan juga ditodong senjata api.
"Dia juga dikuatkan harus sehat, untuk mamanya. Kebetulan punya mama baru dan lagi hamil 7 bulan dan dengan kepolosannya (Anet) menitipkan agar mama juga harus sehat," imbuhnya.
Anet juga yang mengingatkan 10 korban lainnya untuk meminum air. Untuk diketahui, 11 korban disekap di dalam kamar mandi sejak Senin (26/12) sore, dalam keadaan lampu dimatikan.
"Ananda (Anet) yang sedang berbaring ini, ananda yang mengingatkan ke orang dewasa harus minum dan terkena air agar bisa selamat, itu saya merinding, anak begitu bisa survive," sambungnya.
Anet adalah salah satu korban selamat. Selain Anet, korban selamat lainnya yakni Emi, Santi, Fitriani dan Wendy.
(mei/fjp)











































