"Di Jakarta Barat hanya tujuh (terminal bayangan). Saya tidak tahu persis, tapi di Kapuk ada, Cengkareng ada. Tadi sudah kita libas ini, di Cengkareng dan Kapuk," kata Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat Anggiat Banjar Nahor saat berbincang dengan detikcom, Selasa (27/12/2016).
Anggiat mengatakan setiap hari akan gencar menertibkan terminal bayangan. Jika PO masih membandel, izinnya akan dicabut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, adanya terminal bayangan merugikan karena tidak punya izin. Kemudian, kehadiran terminal bayangan sering mengakibatkan kemacetan.
"Jadi, mereka menggunakan bahu jalan, kan jadi macet," ujar Anggiat.
"Terus, dia itu merusak sistem. Yang diangkut dari situ tidak bisa dideteksi pemerintah. Berapa sih (penumpang) yang diangkut dari situ," sambungnya. (aik/rvk)











































