Pemerintah Diminta Ambil Kembali Pulau Pasir

Pemerintah Diminta Ambil Kembali Pulau Pasir

- detikNews
Senin, 11 Apr 2005 00:03 WIB
Kupang - Masalah kepemilikan gugusan Pulau Pasir (Ashmore Reef) yang diklaim Australia sebagai bagian dari negaranya mulai digugat. Pasalnya, sebuah dokumen membuktikan bahwa masyarakat Indonesia dari Timor, Rote, Flores dan daerah lainnya mulai beraktifitas di Ashmore Reef sejak tahun 1630.Temuan kali ini dinilai bisa memantahkan klaim Australia bahwa Kapten Ashmore yang berasal dari Inggris sebagai penemu pertama pulau Pasir yang hanya berada 70 kilometer dari Pulau Rote, pulau terselatan Indonesia.Direktur Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB), Ferdi Tanoni dalam jumpa pers di Kupang, Minggu (10/4) mengatakan, dengan adanya bukti sejarah disertai adanya kuburan warga Indonesia di daerah itu, maka semestinya pemerintah mendesak Australia menyerahkan kembali pulau Pasir ke wilayah NKRI. Selain itu, pemerintah diminta membuka kembali perjanjian kerjasama eksplorasi minyak dan gas bumi di Celah Timor secara trilateral antara Indonesia, Australia dan Timor Leste.Tanoni menambahkan, dengan dimasukkanya pulau Pasir sebagai bagian dari Australia maka sangat merugikan nelayan Indonesia. Setiap tahun, kata dia, lebih dari 500 nelayan Indonesia yang ditangkap, disiksa dan perahu mereka dihancurkan oleh angkatan laut Australia."Nelayan Indonesia tahu bahwa tempat mencari nafkah mereka di pulau Pasir. Mereka ingin mempertahankan hak mereka. Karena itu, mereka selalu mencari ikan di sana. Sayangnya, pemerintah Indonesia tidak pernah mempersoalkan kembali gugusan pulau itu," ujar Tanoni.Menurutnya, pada tahun 2002 lalu, Menlu Hassan Wirajuda pernah berjanji untuk melihat kembali perjanjian bilateral Indonesia-Australia mengenai penetapan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) dan batas-batas dasar laut antara kedua negara. Namun, hingga kini, belum pernah ada pertemuan khusus antara kedua negara untuk membahas janji Menlu tersebut."Sebagai tokoh yang selalu memperjuangan hak bangsa Indonesia di Laut Timor dan Pulau Pasir, saya meminta Menlu untuk bersikap jujur dengan presiden karena dari bukti-bukti dan dokumen yang ada, jelas bahwa pulau pasir adalah milik Indonesia dan sebagian besar kandungan minyak dan gas bumi di Celah Timor berada di perairan Indonesia," tukasnya. (ton/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads