Anies: Pemerintah dan Rakyat Harus Saling Menghormati

Dinamika Pilgub DKI

Anies: Pemerintah dan Rakyat Harus Saling Menghormati

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Selasa, 27 Des 2016 15:53 WIB
Anies: Pemerintah dan Rakyat Harus Saling Menghormati
Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom
Jakarta - Cagub DKI Anies Rasyid Baswedan menemui Yusri Isnaeni, seorang ibu muda yang pernah diteriaki 'maling' oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahja Purnama (Ahok). Pertemuan itu bagi Anies merupakan pesan bahwa pemerintah dan warga harus saling menghormati.

"Ya (arti kunjungan) ini jadi pesan untuk semua bahwa kami berencana untuk membuat hubungan antara pemerintah dengan rakyat itu hubungan saling menghormati," kata Anies di rumah Yusri di Jalan Mahoni Gang I Blok A No. 03 RT 03 RW 09 Kelurahan Lagoa, Koja, Jakarta Utara, Selasa (27/12/2016).

Anies menilai wajar jika ada berbagai masalah yang dikeluhkan warga kepada pemerintah. Hal ini bertujuan agar berbagai masalah dan keluhan warga dapat segera diselesaikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu normal (jika ada keluhan), ya tugasnya pemerintah adalah menerima keluhan, menerima masukan lalu menyelesaikannya. Dan akan bertemu dengan segala macam masalah. Oleh karena itu, kita berkomitmen untuk menjaga hubungan," ujarnya.

Baca Juga: Anies Temui Ibu di Koja yang Pernah Disebut 'Maling' oleh Ahok

Bagi Anies, apa yang dialami Yusri seharusnya tidak perlu terjadi jika setiap laporan warga langsung ditindaklanjuti.

"Peristiwa yang terjadi kepada ibu Yusri ini adalah peristiwa yang tidak seharusnya terjadi. Ketika ada laporan ya ditindaklanjuti, tidak perlu sampai ujungnya ke perkara hukum, pencemaran nama baik. Karena sebagai rakyat, beliau sangat tersinggung disebut seperti sebutan yang beliau katakan," jelasnya.

Cagub nomor urut 3 itu berjanji akan mengubah budaya kepemimpinan di Jakarta. Dia berkomitmen tidak akan mengulangi kejadian yang dialami Yusri jika terpilih dalam Pilgub DKI.

"Nah kami ingin mengubah budaya kepemimpinan di Jakarta. Dan, Ibu Yusri saya sampaikan kepada beliau, kami ingin berkomitmen peristiwa seperti ini tidak boleh terjadi kapan pun juga," imbuhnya.

"Ini kan yang datang siapa sih? Seorang ibu yang menginginkan anaknya mendapatkan masa depan yang lebih cerah lewat program KJP. Ibunya datang untuk mengurus masa depan anaknya, kurang mulia apa sih seorang ibu datang," tambahnya. (nvl/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads