Ratusan Warga Blokir Jalan di Rohil-Riau

Ratusan Warga Blokir Jalan di Rohil-Riau

- detikNews
Minggu, 10 Apr 2005 22:53 WIB
Pekanbaru - Sedikitnya 500 warga Kabupaten Rokan Hilir-Riau melakukan aksi demo. Mereka memblokir jalan raya menuju Bagansiapiapi, ibu kota kabupaten tersebut. Arus lalu lintas pun menjadi putus total.Konsentrasi massa berada di Desa Ujung Tanjung Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) atau sekitar 300 km arah utara dari Pekanbaru. Massa yang mengatasnamakan kelompok Forum Masyarakat Pendukung UU No.53 tahun 1999 ini, melakukan aksi demo, Minggu (10/4/2005) sekitar pukul 14.00 WIB.Massa terdiri dari mahasiswa dan masyarakat dari tiga kecematan antara lain, kecamatan Tanah Putih, Kecamatan Pujud dan Kecamatan Rombo Melintang. Mereka melakukan pemblokiran dengan melakukan pembakaran ban-ban bekas di badan jalan yang menghubungkan Pekanbaru menuju kota Bagansiapiapi.Akibat aksi pemblokiran jalan ini, arus lalu lintas yang menghubungkan Pekanbaru dan Bagan terputus. Sejumlah angkutan umum tidak bias melintasi. Akhirnya angkutan umum dari Bagan menuju Pekanbaru, arus balik kembali. Begitu juga tranportasi dari Pekanbaru. Sedangkan 70 personil keamanan, hanya bisa menjaga-jaga bila terjadi keributan.Aksi pemblokiran jalan ini, dipicu pro dan kontra akan pemindahan ibu kota kabupaten ke Ujung Tanjung atau sekitar 70 km dari Bagansiapiapi yang masih menjadi ibu kota kabupaten. Dari letak geogrfis, pemindahan ke Ujung Tanjung ini, memang lebih efektif, karena berada di jalur lintas timur Riau-Sumatera Utara. Sedangkan kota Bagan lebih menjorok ke dalam yang berada di kawasan pantai Selat Malaka.Massa ini mendukung akan pemindahan ibu kota kabupaten ke Ujung Tanjung, karena memang sudah disetuji pemerintah pusat berdasarkan UU No53 Tahun 1999. Namun, hingga kini proses pemindahan belum juga bisa terlaksana. Karena sebagian besar lagi, masyarakat tidak menyetujui pemindahan tersebut. Apa lagi kota Bagan yang usianya lebih tua dari Provinsi Riau itu, merupakan kota yang penuh sejarah. Di erah buku sejarah tahun 1970 hingga 1980 an, kota Bagan tercatat dalam buku sejarah sebagai daerah penghasil ikan terbesar di dunia, setelah Norwegia. Pertimbangan sejarah panjang yang mengukir bangsa ini dikenal di seluruh dunia, menjadi alasan tersendiri buat mereka yang menentang pemindahan ibu kota kabupaten.Isu yang beredar menyebutkan, pemindahan dari Bagan ke Ujung Tanjung ini, bernuansa politis. Ujung Tanjung sebelumnya hanya sebuah desa kecil, sebagian lahannya dikuasai para pejabat dan anggota DPRD setempat. Dengan adanya lobi-lobi politik, akhirnya pemerintah pusat mengabulkan pemindahan ibu kota tersebut. Dengan demikian, dikabarkan harga tanah milik para pejabat itu dengan sendirinya menjadi mahal. (ton/)


Berita Terkait