Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Apik menyebut, dalam rapat dengar pendapat dengan Aliansi Umat Islam (AUI) soal kemaksiatan dan prostitusi pekan lalu, ada informasi jumlah perempuan di Pamekasan lebih banyak dibanding pria. Selisihnya tidak tanggung-tanggung, yakni 23 ribu orang.
"Jumlah perempuan lebih banyak 23.400 jiwa dari laki laki. Jangan-jangan hal ini memicu (masalah). Kami usul apa perlu diajukan raperda poligami agar perempuan di Pamekasan bisa diakomodir sehingga tidak terjadi kemaksiatan," jelas Apik kepada detikcom, Selasa (27/12/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Raperda poligami baru sebatas usulan atau wacana. Namun, jika disetujui, DPRD siap memasukkan dalam perubahan Program Legislasi Daerah (Prolegda) 2017. (try/try)











































