Pimpinan DPR Minta Pemerintah Transparan soal Data TKA Ilegal

Pimpinan DPR Minta Pemerintah Transparan soal Data TKA Ilegal

Andhika Prasetia - detikNews
Selasa, 27 Des 2016 11:44 WIB
Pimpinan DPR Minta Pemerintah Transparan soal Data TKA Ilegal
Agus Hermanto (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta - Wakil Ketua DPR Agus Hermanto mendesak pemerintah menyelesaikan isu tenaga kerja asing (TKA) yang masuk ke Indonesia. Agus juga mengatakan data jumlah TKA ilegal di Indonesia masih simpang siur.

"Kami mendorong pemerintah agar ini diselesaikan secara tuntas, transparan, dan akuntabel dengan keterangan yang jelas. TKA yang ilegal juga banyak ditemukan, tapi sejauh mana data-data yang benar," ujar Agus di gedung DPR, Jakarta Pusat, Selasa (27/12/2016).

Baca Juga: Menaker Hanif Dhakiri: TKA Ilegal Ada, Tapi Isu TKA China itu Politis

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, Agus mengkritisi kebijakan bebas visa dari pemerintah. Disinyalir, TKA ilegal masuk ke Indonesia menggunakan visa turis.

"Apalagi ditambah kebijakan pemerintah yang sekarang masalah bebas visa dalam artian untuk visa turis. Sehingga China yang masuk ini dicurigai masih sebagai turis, tapi di sini dia melakukan tenaga-tenaga kasar tersebut," terang Agus.

Agus menduga TKA ilegal di Indonesia merupakan tenaga kasar atau buruh. Dia menyayangkan hal itu karena tenaga kerja dalam negeri masih kekurangan lapangan pekerjaan.

"Bahkan disinyalir dalam dugaan bahwa yang bekerja di sini bukan tenaga ahli, tapi tenaga kasar biasa yang pekerjaannya bisa dilakukan warga Indonesia. Sedangkan nuansa batin di Indonesia sekarang ini kan kita banyak membutuhkan lapangan pekerjaan," tuturnya.

Baca Juga: Polri akan Telusuri Penyebar Isu Serbuan TKA Ilegal

Politikus Partai Demokrat ini menjelaskan tren industri di China mengalami pergeseran sehingga menyebabkan banyaknya pengangguran di Negeri Tirai Bambu. Dia memperkirakan sebanyak 45 juta tenaga kerja di China yang tidak kompeten.

"Di lain pihak, di China mengalami perubahan industrial, yang tadinya industri padat karya, sektor UKM, teknologi biasa-biasa saja, sekarang teknologinya sudah meningkat. Untuk itu, pasti di China banyak pengangguran karena banyak yang tidak punya skill, sehingga diperkirakan warga China yang tidak punya skill hampir 45 juta orang," tandasnya. (dkp/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads