Keempat terduga teroris itu, yakni Abu Sofi, Abu Fais, Ivan, dan Rizal, awalnya angkat kaki dari rumah kontrakan di Bandung. Mereka resah dan gelisah karena warga setempat sering bertanya mengenai asal-usul mereka. Mereka akhirnya memutuskan untuk boyongan ke wilayah Purwakarta.
Mereka sepakat membangun markas di kolam jaring apung (KJA) WadukJatiluhur sejak 20 Desember 2016. Rumah apung itu milik AbahOman. Melihat penampilan teroris yang lusuh, AbahOman menggratiskan sewa tempat tersebut.
Teroris digratiskan menghuni markas sejak 20 Desember. (Tri Ispranoto/detikcom) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jejak-jejak para terduga teroris ini akhirnya terlacak tim Densus 88. Markas terapung itu digerebek, lalu dua terduga teroris, Abu Sofi dan Abu Fais, terpaksa ditembak karena melawan dengan golok. Sedangkan Ivan dan Rizal ditangkap hidup-hidup.
Teroris yang tewas/ISTTeroris terpaksa ditembak karena melawan petugas saat digerebek. |
Sehari setelah penggerebekan, polisi memperketat kawasan KJA Waduk Jatiluhur guna mengantisipasi kemungkinan di lokasi yang sama masih ada jaringan teroris lainnya yang masih bersembunyi.
Polisi dari Polsek Jatiluhur masih berjaga di daratan, yang berjarak sekitar 500 meter dari KJA, tempat kedua teroris tersebut tewas ditembak aparat. Untuk mencapai lokasi, hanya dapat dilalui jalur air menggunakan perahu. Salah satunya perahu tradisional milik warga yang bisa disewa seharga Rp 50-100 ribu per perahu sekali perjalanan.
Lima menit perjalanan perahu sudah bisa menepi di KJA, yang menjadi tempat persembunyian teroris. Di lokasi sekitar kolam terdapat police line yang dibiarkan mengambang. Sedangkan di depan rumah pun masih terbentang police line yang sama.
Markas teroris di Jatiluhur diberi garis polisi. Pengamanan juga diperketat. (Tri Ispranoto/detikcom) |
Di depan pintu masih terlihat bercak darah salah seorang teroris yang tewas ditembak aparat. Di samping bercak darah tersebut terdapat alat pancing yang digunakan pelaku untuk 'menyamar' sebagai pemancing dan caping dari anyaman bambu.
Ada bercak darah di alat pancing yang digunakan terduga teroris untuk 'menyamar' sebagai pemancing.(Tri Ispranoto/detikcom) |
Kaca bagian kiri rumah terlihat pecah diduga bekas penggerebekan pada Minggu, 25 Desember kemarin. Terlihat dari dalam rumah melalui kaca yang pecah tersebut kondisi rumah masih berantakan. Perkakas dapur dan galon air mineral serta tikar plastik tampak berserakan di rumah berdinding kayu warna hijau itu. Ada juga boks kayu besar yang tutupnya terbuka.
Kondisi markas yang berantakan. (Tri Ispranoto/detikcom) |
Saat ini, dua terduga teroris masih diperiksa secara intensif di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Sedangkan 2 terduga teroris lainnya yang tewas berada di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
(aan/dha)












































Teroris digratiskan menghuni markas sejak 20 Desember. (Tri Ispranoto/detikcom)
Teroris yang tewas/IST
Markas teroris di Jatiluhur diberi garis polisi. Pengamanan juga diperketat. (Tri Ispranoto/detikcom)
Ada bercak darah di alat pancing yang digunakan terduga teroris untuk 'menyamar' sebagai pemancing.(Tri Ispranoto/detikcom)
Kondisi markas yang berantakan. (Tri Ispranoto/detikcom)