Hal itu dikatakan Kepala Seksi Pergerakan Tanah PVMBG Badan Geologi Agus Budianto dihubungi melalui telepon, Minggu (25/12/2016). "Pondasinya berada di atas bebatuan lempung di mana sudah diketahui sifat lempung itu ekspansif. Mudah licin dan mengembang apabila kena air. Dan ini kan lokasinya berada di jalur Sungai Cisomang, di mana sekarang hujan deras terus mengguyur," terang Agus.
Risiko pergerakan tanah juga disebabkan dengan beban jembatan yang selalu dilalui kendaraan. "Ini yang harus dipahami. Ini akan terulang. Jadi ke depan harus dilakukan pemantauan apakah pergerakannya melambat atau cepat, ke arah stabil atau tidak," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Agus, hampir seluruh wilayah di Tol Cipularang rawan pergerakan tanah dan itu sudah dimasukkan ke dalam peta pergerakan tanah. Seperti di KM 90-92, lapisan batuannya mirip dengan di Cisomang. "Di sana (Tol Cipularang) kan banyak retakan, itu merupakan respon dari adanya pergerakan tanah," jelas Agus.
Karenanya ia kembali mengingatkan, pengelola tol yaitu Jasa Marga harus terus melakukan pengawasan terhadap semua jalur. "Dan ini sudah dilakukan. Ya ke depan, harus tetap dipantau," tandasnya. (ern/bag)











































