Hal itu terlihat ketika Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan wakilnya, Heru Sudjatmoko beserta rombongan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) berkunjung ke rumah Pendeta Eka Laksa yang juga merupakan Ketua Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia tingkat Wilayah (PGIW) Jawa Tengah.
Ketika Ganjar tiba, Pendeta Eka Lasa langsung menyambut diikuti para tamu yang hadir. Ia langsung menuju ruang tamu dan berbincang di samping pohon terang. Suasana akrab sangat terlihat dan Ganjar mengungkapkan kekagumannya pada suasana rukun di kampung tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rasanya setiap datang ke sini warga menunjukkan keakraban luar biasa, saling bantu. Terasa betul dan 'mak jleb'. Tercermin dari RT ini kalau Indonesia itu ya seperti ini. Indonesia itu budi pekertinya guyub dan gotong royong," kata Ganjar ketika menyapa warga, Minggu (25/12/2016).
Di kampung tersebut, warga Muslim membantu memasak dan menyajikan makanan kepada para tamu yang mengunjungi rumah Pendeta Eka Lasa. Tidak ada yang mengkoordinir kegiatan itu, warga berinisiatif saling bantu ketika ada hari raya agama apapun.
Foto: Ganjar Pranowo Sambangi warga merayakan Natal/ Angling detikcom |
"Hampir semua warga yang menyajikan makanan itu Muslim, menarik ya. Saya tanya apakah menyiapkan kepanitiaan? Jawabannya 'enggak pak biasanya begini, kalau Idul Fitri kita juga membantu mereka, kalau Natal mereka ikut membantu kita masak, cuci piring, menyajikan makanan dan lainnya'. Ini suasananya bagus, saling menghormati. Saya bayangkan cerminan ini ada di banyak kampung dan RT-RT, itu kan indah sekali," terang Ganjar.
Pendeta Eka Lasa mengatakan warga di sekitar rumahnya memang sangat toleran dan semua berawal dari saling berkomunikasi antar tetangga. Warga Muslim ketika Idul Fitri juga mengunjungi rumah warga yang nonmuslim untuk bersilaturahmi.
"Semua tidak lepas dari saling komunikasi. Kalau Idul Fitri, warga Muslim juga datang, setelah Salat Ied, datang," kata Eka Lasa.
Foto: Ganjar Pranowo Sambangi warga merayakan Natal/ Angling detikcom |
Ketua RW setempat, Heri Dwi Utomo menambahkan, sudah tiga tahun berturut-turut kegiatan warga tersebut berjalan. Hal itu berawal dari spontanitas warga dan menjadi kegiatan rutin untuk saling membantu saat hari raya keagamaan.
"Spontanitas. Tanpa ada panitia. Lebaran juga begitu, saling mengunjungi bagi yang beda agama, Alhamdulillah saling menghormati," ujar Dwi. (alg/rvk)












































Foto: Ganjar Pranowo Sambangi warga merayakan Natal/ Angling detikcom
Foto: Ganjar Pranowo Sambangi warga merayakan Natal/ Angling detikcom