"Ya kita akan buat aplikasi hot button. Di mana ketika ada kegiatan mencurigakan dan tidak terkonfirmasi, RT/RW bisa pencet hot button, atau pun semua warga," kata Sandiaga di Jl Lebak Bulus 3 No 10, Jakarta Selatan, Minggu (25/12/2016).
Sandiaga menyebut semua orang bisa mengakses aplikasi ini. Karena menurut dia, setiap orang bertanggung jawab atas keamanan di lingkungannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sandiaga tak menjabarkan lebih lanjut bagaimana konsep dari hot button itu. Tetapi tak menutup kemungkinan akan diintegrasikan dengan aplikasi yang sudah ada.
"Itu menjadi aplikasi yang terintegrasi dengan sistem keamanan kita. Mungkin nanti bisa kita integrasikan dengan yang sudah ada, seperti Qlue. Jadi kita manfaatkan aplikasi yang sudah ada," pungkas Sandiaga. (bag/van)











































