Peristiwa itu bermula pada Minggu (25/12/2016) sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu, Putra (selingkuhan) mendatangi rumah IS (istri Tarmizi) di Desa Pulo Rungkom Kecamatan Dewantara, Aceh Utara.
Putra dan IS sejak pukul 01.00 WIB sampai subuh berduaan di dalam rumah. Sekitar pukul 05.30 WIB, Tarmizi yang berprofesi sebagai pedagang pulang ke rumahnya. Sampai di sana, ia mendengar suara laki-laki bernama Putra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai terjadi percekcokan tersebut, Tarmizi sempat menampar istrinya. IS kemudian lari keluar rumah. Tarmizi dan Putra pun terlibat perkelahian. Akibat perkelahian itu, Tarmizi tewas dengan luka bacok di bagian leher dan dada mengalami luka sayat.
"Setelah mengeksekusi Tarmizi, pelaku melarikan diri dengan menggunakan motor milik korban," jelas Goenawan.
Tak lama setelah kejadian pembunuhan tersebut, polisi meluncur ke lokasi dan memasang garis lokasi di rumah korban.
"Motif diduga perselingkuhan antara pelaku dan istri korban," ungkap Goenawan.
Hingga kini, polisi masih memburu pelaku yang melarikan diri usai kejadian. "Identitas pelaku saat ini sudah diketahui," jelas Goenawan. (rvk/rvk)










































