Natal dalam Nuansa Betawi di Gereja Katedral Jakarta, Begini Penampakannya

Natal dalam Nuansa Betawi di Gereja Katedral Jakarta, Begini Penampakannya

Andhika Prasetia - detikNews
Minggu, 25 Des 2016 12:49 WIB
Natal dalam Nuansa Betawi di Gereja Katedral Jakarta, Begini Penampakannya
Foto: Nuansa Natal Betawi di Katedral/ Andhika detikcom
Jakarta - Ada pemandangan unik dalam perayaan Natal tahun ini di Gereja Katedral Jakarta. Di sekitar area Gereja tampak ornamen khas Betawi turut meramaikan acara hari kelahiran Isa Al-Masih tersebut.

Menurut pantauan detikcom di Gereja Katedral, Jl Katedral, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Minggu (25/12/2016), dekorasi khas Betawi menghiasi area Gereja. Hiasan tersebut berada di luar bangunan utama Gereja.

Natal dalam Nuansa Betawi di Gereja Katedral Jakarta, Begini PenampakannyaFoto: Nuansa Natal Betawi di Katedral/ Andhika detikcom


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Natal dalam Nuansa Betawi di Gereja Katedral Jakarta, Begini PenampakannyaFoto: Nuansa Natal Betawi di Katedral/ Andhika detikcom


Beberapa hiasan khas Betawi di Katedral di antaranya kipas Betawi, hiasan delman, ondel-ondel, hingga hiasan pohon cemara yang dibentuk dengan bambu dan ranting tampak elok menghiasi Katedral. Sebagian jemaah pun tidak lupa mengambil gambar.

"Unik saja tahun ini ada hiasan Betawi nya, saya sekalian saja memotret anak saya di hiasan delman ini," ucap jemaah Gereja Katedral, Sulistya (31), di lokasi.

Tidak hanya itu, spanduk ucapan Natal di Gereja juga berlatar belakang ondel-ondel meramaikan suasana Natal tahun ini. Ucapan tersebut juga dengan berbagai jenis bahasa daerah.

Humas Panitia Natal Katedral Jakarta Robertus Kenji menyampaikan alasan soal dekorasi khas Betawi tersebut. Salah satu poin yang disampaikan adalah bahwa Katedral terletak di Jakarta dan dia berharap agar jemaah tidak lupa di daerah tempat mereka singgahi.

Natal dalam Nuansa Betawi di Gereja Katedral Jakarta, Begini PenampakannyaFoto: Nuansa Natal Betawi di Katedral/ Andhika detikcom


"Simpel, karena fokus nya adalah keluarga sebagai sekolah kehidupan. Di keluarga dimulai semua pelajaran, tentang toleransi, tentang apapun. Di samping itu, kita hidup di sebuah komunitas, kan lokasi di Jakarta, kita ingin mereka sadar bahwa punya akar budaya. Kalau berbicara keluarga merupakan sekolah kehidupan, itu salah satunya dengan pendekatan budaya," ujarnya.

Robertus sendiri mengatakan nuansa Betawi ini baru dilakukan tahun 2016. Tahun kemarin sendiri, pihak gereja mengambil tema nasional.

"Setiap tahun berganti. Tahun kemarin nasional umum, tahun depan mungkin berganti lagi," tutupnya.






(dkp/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads