RI-Timor Leste Sepakat Lupakan Masa Lalu

RI-Timor Leste Sepakat Lupakan Masa Lalu

- detikNews
Minggu, 10 Apr 2005 00:02 WIB
Jakarta - Pemerintah Indonesia dan Timor Leste sepakat melupakan masa lalu untuk mencapai masa depan yang lebih baik. Indonesia juga berkomitmen membantu kemajuan Timor Leste. Kesepakatan ini dicapai dalam kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Republik Demokrasi Timor Leste."Memang ada masalah di antara kita di masa lalu. Akan tetapi, kita ingin melewatinya untuk dapat mencapai masa depan," ujar Presiden Timor Leste Xanana Gusmao saat pemberian pernyataan bersama di kediamannya, Puncak Balibar, Dili, Sabtu (9/4/2005) kemarin.Tentang sikap pemerintahnya yang menerima kehadiran tim ahli HAM PBB untuk meneliti pelanggaran HAM di Timor Leste, Xanana menyatakan, "Kita tahu pemerintah Indonesia tidak menerima ketiga orang anggota Komisi Ahli PBB, tapi kita juga tahu pemerintah Indonesia menghormati sikap kami yang menerima."Menurut Xanana, yang penting dengan kunjungan ini kita mennyatakan kepada dunia bahwa kita mau bekerja sama. "Dan kita juga menghormati mandat ketiga orang itu, tapi masih perlu kita bicarakan dahulu," ujar Xanana dalam bahasa Indonesia.Sebelumnya Presiden SBY, saat berpidato di hadapan parlemen Timor Leste, mengistilahkan Timor Leste sebagai saudara tua. "Kita adalah negara bertetangga, dan kita ingin melihat kemajuan dan kejayaan saudara tua, dengan tekad membangun kerja sama dan saling membantu, dengan membangun hubungan yang permanen," katanya.Dia menambahkan, dalam pembahasan bilateral terungkap bahwa kedua pemerintah dan rakyat sepakat untuk melihat ke depan. Sehingga, tambah dia harus ada agenda bersama antara kedua pemerintahan untuk bekerja sama.Presiden mengakui, masih ada beberapa hal yang tersisa untuk pembahasan lebih lanjut. Seperti masalah pengungsi, aset, hak mantan pegawai negeri sipil, TNI/Polri, serta keamanan bersama di wilayah perbatasan. (gtp/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads