Dalam rilis kepada detikcom, Sabtu (24/12/2016), untuk menghentikan gerakan tanah yang menyebabkan deformasi struktur jembatan, Basuki mengatakan akan memasang bore piles di samping pilar yang bergeser dengan kedalaman sekitar 40 meter. Setelah itu dilakukan perkuatan pada pilar dengan selimut fiber.
Foto: Dok. Kementerian PUPR |
Pekerjaan tersebut diperkirakan akan berlangsung 3 bulan dan akan dilakukan evaluasi kembali. Disamping itu pada pinggir sungai, penanganan dilakukan dengan meletakkan boulder-boulder (batu besar) untuk menahan gerakan tanah.
"Kalau terjadi sesuatu yang akan membahayakan (keselamatan), saya bertanggung jawab untuk menutup (jembatan)," kata Basuki.
Foto: Dok. Kementerian PUPR |
Untuk itu, tim teknis penanganan Jembatan Cisomang yang dipimpin oleh Hedy Rahadian, Direktur Jembatan Ditjen Bina Marga, Kementerian PUPR telah bekerja penuh di lapangan, didukung oleh Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ). Selanjutnya PT Jasa Marga sebagai operator jalan tol diminta Basuki untuk mengikuti langkah-langkah yang direkomendasikan tim.
Basuki tadi siang telah meninjau Jembatan Cisomang yang mengalami pergeseran. Turut serta dalam peninjauan tersebut Dirjen Bina Marga yang juga Ketua KKJTJ Arie Setiadi Murwanto, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry TZ, Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani, Direktur Jembatan Hedy Rahadian dan Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Endra S. Atmawidjaja.
Foto: Dok. Kementerian PUPR |
(nwy/try)












































Foto: Dok. Kementerian PUPR
Foto: Dok. Kementerian PUPR
Foto: Dok. Kementerian PUPR