Hal itu dikemukakan Hedy Rahadian, selaku Direktur Jembatan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, di lokasi Jembatan Cisomang, Sabtu (24/12/2016).
"Ketahuan agak ekstrem beberapa bulan ini. Tapi kalau kita telusuri tahun 2012 sudah ada, sekitar 25 sentimeter. Hanya saja ini masalah tidak sampai ke mana-mana," ujar Hedy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini pilar dilapis serat karbon yang kuat. Selama tiga bulan akan kita review," ujar Hedy.
Seperti diketahui, di bawah Jembatan Cisomang adalah bekas sungai. Curah hujan yang tinggi belakangan ini membentuk gerusan baru sehingga menyebabkan pilar bergeser.
"Jadi kan Cisomang ini dulu sungai. Ada pergeseran sungai sehingga membuat kondisi keseimbangan baru lebih dalam. Ditambah curah hujan tinggi," terang Hedy.
Saat ini Kementerian PUPR fokus menambah kekuatan dan mengurangi beban jembatan. Pihaknya juga akan menyimpan batu di bawah pilar untuk membantu mengurangi pergeseran pilar.
"Kami akan menutup sungai dengan batu besar. Batu disimpan di bawah pilar untuk sementara agar menahan," kata Hedy. (avn/try)










































