Sama-sama Ber-ID, Delegasi PAN Makassar Kembali Ricuh
Sabtu, 09 Apr 2005 23:26 WIB
Semarang - Kongres II PAN kembali dilanda kericuhan antardua kubu PAN di DPD Kota Makassar. Keributan terjadi antara pengurus DPD Makassar dan pengurus DPD yang sudah dibekukan karena keduanya sama-sama memilik ID Card selaku peserta kongres.Keributan terjadi dimulai sekitar pukul pukul 21.00 WIB saat sedang digelar sidang pleno dengan agenda pengesahan hasil-hasil sidang komisi di Ruang Poncowati, Hotel Patrajasa, Jl. Sisingamaraja, Semarang, Sabtu (9/4/2005) malam.Tiba-tiba di depan Ruang Poncowati ada beberapa delegasi Kota Makassar yang berteriak-teriak meminta salah satu peserta kongres dari Makasssar, yakni Iskandar Tompo untuk keluar dari suang sidang.Yang berteriak-teriak adalah meminta keluar adalah Busrah Abdullah, Ketua DPD PAN Kota Makassar. Sedang Iskandar adalah Ketua DPD PAN yang telah dibekukan DPP. Busrah kemudian mengajukan protes ke Crisis Center, tim yang dibentuk DPP untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam kongres.Akhirnya panitia kongres meminta Iskandar keluar. Nah, pada saat itulah sempat sempat terjadi aksi dorong antara kubu Busrah dan Iskandar. Bahkan ada anggota dari kedua kubu yang nyaris baku hantam di depan bagian registrasi sidang.Setelah dilakukan negosiasi akhirnya diputuskan yang boleh pengurus DPD Makassar dari kubu Busrah, yakni Busrah sendiri, Gozali, dan Anwar Nurdin. Sedang Iskandar tidak diperkenkan masuk.Masalah selesai? Tidak. Kini giliran Iskandar yang protes ke Crisis Center. Alasannya DPP sekarang demisioner sehingga pembekuan atas kepengurusannya juga tidak berlaku lagi. Hingga kini masalahnya masih dibahas di Crisis Center.
(gtp/)











































