Lima Orang PNS Diskoperindag Indramayu Ditangkap Tim Saber Pungli

Lima Orang PNS Diskoperindag Indramayu Ditangkap Tim Saber Pungli

Baban Gandapurnama - detikNews
Sabtu, 24 Des 2016 01:07 WIB
Lima Orang PNS Diskoperindag Indramayu Ditangkap Tim Saber Pungli
Foto: Orang-orang yang diamankan Tim Saber Pungli (dok Humas Polda Jabar)
Indramayu - Lima oknum pegawai negeri sipil (PNS) dan satu tenaga kontrak yang bertugas di Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Indramayu ditangkap Tim Saber Pungli. Mereka diduga menilap duit retribusi pasar. Dalam penindakan tersebut, petugas mengamankan barang bukti uang sebanyak Rp 1,6 juta.

Proses penangkapan terhadap lima pria dan satu wanita ini berlangsung di Pasar Daerah Bangkir, Desa Rambatan Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jabar, Jumat (23/12/2016). Identitas mereka adalah Sutjahyo (kepala pasar), Adang Sudrajat, Remin, Dulkamid, Nina Sri Purnama yang semuanya berstatus PNS, dan Kadis Bukhori selaku tenaga kontrak kebersihan.

"Tim Saber Pungli Indramayu mengamankan sejumlah oknum PNS Diskoperindag yang diduga melakukan pungli," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes (Pol) Yusri Yunus via pesan singkat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yusri menjelaskan, petugas retribusi Pasar Daerah Bangkir selaku PNS Diskoperindag Kabupaten Indramayu telah melakukan pungutan dengan cara memberikan karcis dan tidak kepada pedagang. Hasil pungutan retribusi, sambung Yusri, diserahkan kepada Nina, yang menjabat bendahara pasar.

Gerak-gerik oknum PNS itu dimonitor aparat penegak hukum. Lalu personel Tim Saber Pungli bergerak meringkusnya.

"Uang hasil pungutan dengan menggunakan karcis disetorkan ke kas daerah. Sedangkan uang yang dipungut tanpa karcis ini dibagikan kepada pengurus pasar atau kepentingan pribadi," kata Yusri.

Keenam orang tersebut digiring ke kantor polisi. Mereka menjalani pemeriksaan secara intensif oleh personel Unit III Tipikor Polres Indramayu. "Barang bukti yang diamankan yakni uang Rp 1.677.000 dan beberapa karcis retribusi," kata Yusri. (bbn/hri)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads