Ridwan Kamil, Kapolda dan Pangdam Hadir di Lokasi KKR di Sabuga

ADVERTISEMENT

Ridwan Kamil, Kapolda dan Pangdam Hadir di Lokasi KKR di Sabuga

Mukhlis Dinilah, - detikNews
Jumat, 23 Des 2016 21:27 WIB
Foto: Baban Gandapurnama/detikcom
Bandung - Sempat tertunda karena adanya penghentian oleh sekelompok orang, Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Natal 2016 oleh Pendeta Stephen Tong akhirnya kembali digelar di Sabuga, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Jumat (23/12/2016) malam.

Berdasarkan pantauan detikcom, dua orang jenderal datang menghadiri kegiatan tersebut. Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan dan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI M. Herindra. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil juga hadir selaku tuan rumah.

Ketiganya datang terpisah. Pangdam III/Siliwangi datang lebih dulu sekitar pukul 19.15 WIB mengenakan seragam TNI. Kemudian disusul Wali Kota Bandung mengenakan jas warna cream dan kopeah hitam dan Kapolda Jabar mengenakan seragam polisi.

Tidak hanya hadir memenuhi undangan panitia KKR Natal 2016, ketiganya juga diminta untuk memberikan sambutan di hadapan seluruh jamaat yang memadati Gedung Sabuga. Pangdam III/Siliwangi mendapat kesempatan memberikan sambutan pertama.

Dalam sambutannya, Herindra mengatakan kehadirannya saat ini merupakan bentuk dukungan sekaligus memastikan KKR Natal 2016 berjalan dengan lancar tanpa gangguan apapun.

"Saya sengaja datang dalam rangka memberikan support pelaksanaan KKR Natal ini," kata Herindra.

Jenderal bintang dua ini menegaskan negara melindung setiap rakyatnya memeluk agama sesuai dengan keyakinan masing-masing dan melaksanakan ibadahnya dengan tenteram.

"Kami berkomitmen menegakkan hal itu. Salah satu tugas TNI menegakkan kedaulatan NKRI. Kedaulatan negara akan berdiri tegas apabila semua aturan yang berlaku dapat berjalan sesusai dengan baik," ucap dia.

Senada dengan Herindra, Anton juga memastikan akan menjamin kenyamanan beribadah bagi setiap masyarakat pemeluk agama sesuai dengan kepercayaan masing. Polisi tidak akan tinggal diam terhadap siapapun yang mengganggu.

"Maka dari itu setiap umat beragama untuk saling menghormati dan menghargai tidak boleh mengganggu. Karena kami akan membela itu mati-matian," tegas mantan Kapolda Sulsel itu. (fjp/fjp)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT