"Tiga bulan mendatang pembatasan kendaraan tetap berlaku. Jadi nanti dievaluasi setelah tiga bulan pemantauan (Jembatan Cisomang), langkah selanjutnya seperti apa," kata Kadis Bina Marga Jabar, M Guntor di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (23/12/2016).
Guntoro menjelaskan penanganan Jembatan Cisomang saat ini mencari titik utama goyangan pilar yang menyebabkan terjadinya pergeseran. Setelah itu melakukan langkah-langkah selanjutnya sesuai dengan kebutuhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemungkinan ambruk, walaupun secara teknis bentang kuat. Namun di khawatirkan lepas (pilar), karena getaran dari mobil-mobil yang melintas," ucap dia.
Dengan kondisi itu, kata dia, pihaknya menyarankan seluruh pengguna kendaraan terutama truk besar dan bus besar untuk menghindari Jembatan Cisomang selama tiga bulan mendatang. Meskipun untuk kendaraan golongan I masih diperbolehkan melintas.
"Seluruh pengguna kendaraan kami sarankan sebaiknya memutar, dari pada terjadi apa-apa. Karena bedanya lewat tol itu hanya lebih cepat, tapi keselamatan lebih penting," ungkap Guntoro.
Seperti diketahui, akibat pembatasan kendaraan itu maka terjadi pengalihan arus lalu lintas. Kendaraan besar dari Bandung menuju Jakarta akan dikeluarkan di Gerbang Tol Cikamuning dan masuk kembali ke Gerbang Tol Jatiluhur.
Sementara untuk kendaraan dari arah Jakarta menuju Bandung akan keluar di Gerbang Tol Jatiluhur dan dapat masuk kembali melalui Gerbang Tol Padalarang. (rvk/rvk)










































