Pada 8 November 2016, putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono ini pernah bertemu dengan salah seorang prajurit TNI saat berkampanye di wilayah Senen, Jakarta Pusat. Prajurit TNI tingkat Korem itu bernama Siswanto. Ia tampak grogi, kemudian memberi hormat.
(Baca juga: Nostalgia Agus Yudhoyono Saat Papasan dengan Prajurit TNI di Senen)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Andhika Prasetia/detikcomAgus bertemu tentara di kawasan Kebon Bawang |
Pada 15 November 2016, saat berkampanye di Kelurahan Kebon Bawang, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Agus bertemu dengan tentara berseragam loreng bernama Teguh. Lokasi kampanye memang berdekatan dengan Batalyon 6 Arhanud. Terlihat, tentara bernama Teguh duduk di dalam mobil, mengobrol sejenak bersama Agus.
(Baca juga: Agus Yudhoyono Sapa Prajurit TNI di Sela Blusukan di Kebon Bawang)
Pada 19 November 2016, untuk ketiga kalinya, Agus bertemu lagi dengan rekan sesama prajuritnya. Kali ini dia bertemu dengan tentara bernama Arif. Dia adalah prajurit Agus saat bertugas di Libanon. Lokasi pertemuan ada di pinggir Jalan Raya Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
"Oh iya, mantan prajurit saya di Libanon. Dia sangat terharu bisa ketemu lagi dalam suasana seperti ini, mendoakan saya insya Allah berhasil," kata Agus kepada wartawan saat itu.
Agus juga pernah disambut dengan ledakan petasan dan ondel-ondel saat berkampanye di Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat, Selasa (20/12/2016).
Sebagaimana diketahui, petasan dan ondel-ondel memang salah satu bentuk keramahan dan kemeriahan Betawi dalam suatu acara. Saat itu, Agus menyusuri gang-gang di lokasi itu dan berkali-kali melayani foto bersama warga.
Gerilya Agus memang cukup semangat. Calon dengan usia termuda di Pilgub DKI 2017 ini bahkan tak masalah bila harus lari-larian di bawah guyuran hujan saat kampanye. Misalnya, saat dia berkampanye di Kelurahan Sunter Agung, Jakarta Utara, pada 15 November 2016.
"Mau hujan, mau panas, geber terus!" kata Agus kala itu, basah kuyup.
Foto: Andhika Prasetya/detikcom |
Agus juga dikenal sebagai satu-satunya cagub di Pilgub DKI 2017 yang berani melakukan moshing dalam bentuk stage dive, alias terjun dari atas panggung ke kerumunan pendukung di bawahnya. Aksi anak band ini bukannya sekali saja dia praktikkan. Dia melakukannya di Stadion Tugu Jakarta Utara, Minggu (23/10/2016), juga di Kalideres, Jakarta Barat, pada Sabtu (10/12/2016).
Agus juga pernah mengajak para pendukungnya untuk melakukan aksi kekinian, berupa mannequin challenge. Itu dilakukannya saat berkampanye di Assembly Hall JCC, Jakarta Pusat, Sabtu (17/12/2016) lampau.
Bahkan, Agus juga bercerita dirinya menjadi sasaran 'kekerasan' dari pendukung sendiri. Tentu saja kekerasan ini adalah wujud rasa sayang, kekaguman, atau histeria akibat kelewat gemas. Bentuknya: cubit, cakar, gigit.
"Saya sudah dicakar, nih bekas digigit hehehe... Ya, digigit. Jadi mungkin (warga) gemes, sambil salaman saya digigit," kata Agus di IS Plasa, Jakarta Timur, Kamis (22/12/2016).
(dnu/ear)












































Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Foto: Andhika Prasetya/detikcom