"Kita ketahui bahwa di Rakhine State sendiri adalah komunitas multietnis. Kita banyak melakukan pembangunan fasilitas kesehatan. Selain itu, kita telah membangun 4 sekolah, dan akan ada 2 (sekolah) lagi. Jadi total kita bangun 6 sekolah di sana," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arrmanatha Nasir.
(Baca juga: Diberi Akses ke Rakhine, RI akan Bantu Komunitas Muslim dan Buddha)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan selalu apa pun yang kita berikan dengan bantuan itu untuk Rakhine State saya tekankan bahwa ini bantuan berlaku untuk seluruh masyarakat di Rakhine State. Tidak untuk satu kelompok, apakah itu kelompok muslim atau kelompok Buddha, tapi juga berlaku untuk semua masyarakat," jelas dia.
(Baca juga: Akses Kemanusiaan di Rakhine Dibuka atas 'Tekanan' ASEAN)
Dengan bantuan kemanusiaan inklusif ini, Indonesia juga ingin memberikan pesan bahwa persatuanlah yang membuat sebuah bangsa bisa maju.
"Karena kita lihat sebagai bangsa yang multietnis. Hanya dengan kebersamaan, hanya dengan persatuan itu bisa maju. Itu yang kita ingin share ke masyarakat di Rakhine State," tandasnya. (nwk/ita)











































