Presiden SBY Minta Insiden Ambalat Tidak Terjadi Lagi
Sabtu, 09 Apr 2005 19:39 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta insiden antara KRI Tedung Naga dengan KD Renchong milik Malaysia tidak terjadi lagi, Presiden minta kasus ini diselesaikan dengan damai.Hal tersebut disampaikan KSAL Laksamana Madya TNI Slamet Soebijanto kepada wartawan saat menyambut kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudoyono di Lanud Halim Perdanakusumah, Jaktim, Sabtu (09/04/2005)."Presiden minta hal ini tidak terjadi lagi, penyelesaian masalahnya harus melalui perundingan. Kita harus bijak," kata Slamet.Saat ditanya wartawan apakah pemerintah RI akan mengajukan nota keberatan kepada pemerintah Malaysia, Slamet mengatakan hal tersebut diserahkan kepada Menteri Luar Negeri."Itu nanti Menlu yang mengurus, kita dari segi alat negara mencoba melakukan yang terbaik untuk mengamankan wilayah negara kita," jelas Slamet.Menurut KSAL insiden tersebut tidak mengandung unsur provokatif, KRI Tedung Naga hanya mendorong KD Renchong milik Malaysia untuk menjauhi wilayah Indonesia, lagi pula persenjataan KD Renchong lebih baik daripada KRI Tedung Naga. "Kapal milik kita lebih kecil, terbuat dari fiberglas dan hanya bersenjatakan (kaliber) 11,5 mm sementara kapal mereka kondisinya lebih baik, kapalnya terbuat dari besi dengan senjata 40 mm," jelas Slamet.Mengenai penambahan armada kapal, Slamet mengatakan sampai saat ini belum ada rencana penambahan armada kapal."Saya kira tidak, jumlahnya tetap 7 KRI. Yang disiagakan di Karang Unarang sendiri ada satu untuk membantu penyelesaian pembangunan mercu suar," ungkap KSAL.
(ddn/)











































