"Itu fakta, itulah dana yang terkumpul sejak Agus mendaftarkan diri. Siapa yang mau menyumbang Agus yang pada saat itu orang tidak mengenal, mengetahui beliau? Rp 9,2 M kurang lebih itu prestasi besar," ujar Juru Bicara Agus-Sylvi Rico Rustombi kepada wartawan di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (22/12/2016).
Rico menambahkan, dengan segala dana yang dimiliki Agus-Sylvi, tim mencoba melakukan inovasi strategi bagaimana agar kampanye efektif dan tepat sasaran. Dirinya lantas berkata kalau jumlah Rp 9,1 M yang terkumpul adalah prestasi besar. Soalnya itu dikumpulkan dalam dua bulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria berkacamata ini mengatakan bahwa di lapangan, ketika Agus 'bergerilya', tak semua dananya berasal dari dana sumbangan tersebut. Dia mengatakan terkadang warga inisiatif sendiri memberi kaos, logistik dan sebagainya.
Selain itu, Rico menjelaskan soal darimana asal dana sumbangan dan juga konsep pengumpulannya.
"Dari sumbangan masyarakat, koalisi partai, kelompok masyarakat, kebanyakan individu ya. Kita 'gerilya' door to door. Dari pertemuan kita banyak yang simpatik. Sekarang banyak mereka sendiri yang datang kepada kita, ke posko. Pernah di Jatinegara kan mereka sumbangan pake celengan," ujarnya.
Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menyumbang dana kampanye, Rico berkata dengan elektabilitas Agus-Sylvi yang terus meningkat, partisipasi juga akan berbanding lurus. Selain itu katanya, banyaknya dana tak menjamin kampanye akan efektif.
"Banyaknya dana yang digalang tak menjamin bahwa kampanye bisa efektif.
Dengan elektabilitas naik, banyak yang mengenal Agus, kita yakin makin banyak yang berpartisipasi," tutupnya.
(GBR/dnu)










































