Waspadai Peredaran Narkoba di Akhir Tahun, BNN Lakukan Operasi Dadakan

Waspadai Peredaran Narkoba di Akhir Tahun, BNN Lakukan Operasi Dadakan

Kartika S Tarigan - detikNews
Kamis, 22 Des 2016 16:54 WIB
Waspadai Peredaran Narkoba di Akhir Tahun, BNN Lakukan Operasi Dadakan
Foto: Kartika Sari Tarigan-detikcom
Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) mewaspadai peredaran narkoba jelang pergantian tahun 2016. Kepala BNN, Komjen Budi Waseso menyebut sejumlah tempat hiburan malam menjadi fokus dalam pencegahan peredaran narkoba.

"Untuk tahun baru, peredarannya tempat hiburan. Orang-orang rayakan tahun baru diikuti pesta-pesta, hiburan malam, itu sekaligus. Kita sudah petakan, dalam waktu dekat kita akan lakukan langkah-langkah," ujar Buwas dalam jumpa pers akhir tahun BNN 2016, di gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (22/12/2016).

Operasi ini dipastikan Buwas akan melibatkan tim gabungan TNI dan Polri. BNN segera melakukan koordinasi ke pihak terkait untuk mengoptimalkan operasi gabungan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sudah kerja sama dengan kepolisian dan BIN. Kita akan adakan operasi dadakan di tempat hiburan malam, gabungan dengan TNI dan Polri, dan menggunakan anjing pelacak," ujar Buwas.

"Sasarannya di mana, itu rahasia. Kita ingin betul-betul punya peran aktif. Syukur-syukur bisa menemukan jaringan aktif. Anggota kami sedang bekerja untuk memetakan itu," sambungnya.

Buwas mengaku sudah mengadakan pertemuan dengan sejumlah ormas dalam rangka pencegahan penyalahgunaan narkoba. Dia memastikan tidak akan ada ormas yang keluar jalur seperti melakukan sweeping.

"Ormas itu berperan pertama, terhadap lingkungannya, bagaimana ormas ini tidak terlibat dan bersih dari narkotika. Sweeping itu dilakukan oleh aparatur negara yang ada undang-undangnya. Mereka (ormas) membantu dalam rangka memberikan informasi," terangnya.

Saat ini personel BNN telah dilengkapi dengan perlengkapan senjata untuk membantu proses penertiban atas penyalahgunaan narkoba.

"Jadi jenis persenjataan yang kita miliki adalah senjata perorangan dan regu, senjata perorangannya adalah berupa pistol, kalibernya berbeda standar TNI Polri. Serta senjata terpaksa buatan luar negeri, karena kalibernya enggak dibuatdalam negeri. Kualitasnya pasti baik, karena kita uji. Akurasi tembakan harus bagus," ujarnya.

Dia menegaskan instruksi kepada jajarannya agar bertindak tegas dalam operasi pemberantasan narkoba.

"Bukan soal tembak mati, tapi penindakan tegas. Kalau di lapangan terjadi perlawanan ya sudah daripada membahayakan masyarakat lain dan petugas ya harus tegas. Kalau akibatnya mati, ya salah sendiri kenapa melawan," ujar Buwas. (kst/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads