Kapolri Minta Anggotanya Pakai Rompi Antipeluru Saat Pengamanan Akhir Tahun

Kapolri Minta Anggotanya Pakai Rompi Antipeluru Saat Pengamanan Akhir Tahun

Baban Gandapurnama - detikNews
Kamis, 22 Des 2016 15:39 WIB
Kapolri Minta Anggotanya Pakai Rompi Antipeluru Saat Pengamanan Akhir Tahun
Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Bandung - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengingatkan anak buahnya yang mengemban tugas pengamanan perayaan Natal dan tahun baru di seluruh Indonesia untuk menjaga keselamatan diri. Sebab, ancaman teroris sudah terang-terangan berniat menyasar anggota Polri yang bertugas di lapangan saat bertepatan dua momen tersebut.

"(Anggota) yang punya rompi antipeluru nanti gunakan, kalau yang punya senjata, nanti bawa senjata," ucap Tito usai mengisi kuliah umum bertema 'Kebijakan Polri dalam Menjaga Keutuhan, Kerukunan, Toleransi di Indonesia' yang digelar di Bale Sawala Gedung Rektorat Universitas Padjadjaran (Unpad), Jalan Raya Bandung Sumedang, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jabar, Kamis (22/12/2016).

Kegiatan pengamanan bersandi 'Operasi Lilin' pada tahun ini berlangsung 10 hari atau mulai 23 Desember 2016 hingga 1 Januari 2017. Tito menegaskan, operasi tersebut target utamanya pengamanan ibadah Natal dan perayaan pergantian tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mantan Kepala BNPT tersebut menjelaskan, jika anggota Polri di lapangan tidak memiliki senjata, akan dikawal polisi bersenjata lengkap.

"Istilahnya double atau body system, jadi anggota yang tidak punya senjata akan dilindungi oleh teman-temannya yang bersenjata, personel Brimob terutama," ujarnya.

"Anggota yang terlibat dalam pengamanan ini untuk mewaspadai pengaman diri masing- masing," ucap Tito menambahkan.

Lebih lanjut Tito meminta masyarakat di penjuru Nusantara agar tidak waswas serta tetap beraktivitas seperti biasa saat merayakan Natal dan menyambut tahun baru. Pihak kepolisian, sambung dia, siap menjamin rasa aman untuk masyarakat.

"Kita amankan dari segala potensi gangguan, seperti terorisme, konflik, masalah berbau keagamaan, dan kejahatan konvensional. Selain itu, kita akan mengamankan, menertibkan, dan melancarkan arus lalu lintas, baik jalur darat laut dan udara," tutur Tito.



(bbn/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads