Angin Kencang Jakarta Mencapai 3 Km/Jam, Ini Penjelasan BMKG

Angin Kencang Jakarta Mencapai 3 Km/Jam, Ini Penjelasan BMKG

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Kamis, 22 Des 2016 15:08 WIB
Angin Kencang Jakarta Mencapai 3 Km/Jam, Ini Penjelasan BMKG
Hujan dan angin kencang di PN Jaktim (edo/detikcom)
Jakarta - Hujan disertai angin kencang landa Jakarta beberapa hari terakhir. Bahkan siang ini pengunjung Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) dikegetkan hujan disertai angin yang sangat kencang.

Prakiraan cuaca BMKG sendiri mengatakan fenomena tersebut silkon tropis.

"Analisa siklon tropis YVETT diprediksi 22 Desember 2016 mulai dari pukul 07.00 WIB. Posisi Samudera Hindia Selatan Bali, sekitar 14,4LS, 114,4BT (sekitar 630 km sebelah selatan Denpasar)," ujar Juru bicara BMKG, Hari Djatmiko dalam keterangannya kepada detikcom, Kamis (22/12/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hari mengatakan arah hembusan angin dimulai dari sisi tenggara. Kecepatan angin diprediksi mencapai 1 knots atau 3 km/jam.

"Tekanan terendah 990 mb dengan kekuatan 75 km/jam atau 40 knot," ujar Hary.

Hari mengatakan fenomena ini diprediksi berlangsung hingga tanggal 23 Desember 2016. Angin tersebut diprediksi bergerak dari sisi tenggara dengan kekuatan yang sama.

"Siklon Tropis YVETTE memberikan dampak terhadap cuaca di Indonesia berupa, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi di wilayah Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT. Selain itu angin kencang juga terjadi di wilayah Jawa Timur bagian Selatan, Bali, NTB, dan NTT," bebernya.

Hari menambahkan hal itu juga akan membuat gelombang laut dengan ketinggian 2,5 sampai 4 meter terjadi di wilayah perairan Indonesia. Kondisi tersebut membahayakan bagi para nelayan pesisir.

"Gelombang laut dengan ketinggian antara 2.5-4.0 meter di wilayah Perairan Selatan Jawa Tengah dan Jawa Timur, Samudera Hindia Selatan Jawa Tengah hingga Selatan Jawa Timur, Perairan Selatan Bali dan Selatan Lombok, Samudera HIndia Selatan pulau Sumba hingga Selatan pulau Rote. Selain itu Gelombang laut dengan ketinggian lebih dari 4.0 meter juga akan terjadi di wilayah Samudera Hindia Selatan Bali dan Lombok," pungkasnya. (edo/asp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads