"Adam dengan DYN itu pernah bersama, sama artinya pernah jadi teman dekat," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes (Pol) Martinus Sitompul kepada wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (22/12/2016).
Dian ditangkap Densus 88 pada Sabtu, 10 Desember bersama sejumlah orang termasuk Nur Solikhin. Dian diketahui pernah berkomunikasi dengan Bahrun Naim dan menerima perintah melakukan bom bunuh diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolda Metro Jaya Irjen Iriawan sebelumnya menyebut penangkapan terhadap Adam yang dilanjutkan penyergapan rumah kontrakan di Kampung Curug, Tangsel, merupakan pengembangan dari teroris Bekasi.
Di Tangsel, tim Densus 88 juga menembak mati tiga terduga teroris yakni Omen, Irwan dan Helmi karena melakukan perlawanan.
"Pengungkapan ini berawal dari keterangan saksi pengembangan Saudari Dian, pelaku bom panci di Bekasi. Dari keterangan tersebut, ada beberapa nama yang sedang akan melakukan aksinya kira-kira menjelang Natal dan tahun baru. Itu keterangan dari Saudara Adam yang sekarang dilakukan pemeriksaan," kata Iriawan di lokasi penyergapan Tangsel, Rabu (21/12).
Selain penyergapan di Tangsel, Densus 88 juga melakukan operasi penyergapan di 3 daerah. Densus menangkap terduga teroris berinisial S di Deli Serdang, Sumut, terduga teroris berinisial JT alias H di Payakumbuh, Sumbar dan terakhir penangkapan terduga teroris berinisial HA di Sagulung Batam.
"Batam dengan Tangsel mereka terpisah, tapi berafiliasi ke orang yang sama. Di permukaan mereka tidak mengenal, tapi di dasarnya bisa jadi mereka mengenal. Bisa jadi di media sosial mereka pernah berinteraksi," ujar Martinus menjelaskan keterkaitan terduga teroris yang disergap di 4 lokasi berbeda.
(fdn/fjp)











































