"Tiga jenazah sudah dilakukan pemeriksaan. Ada dua hal yang dilakukan, pertama pemeriksaan oleh Inafis terkait sidik jari yang bersangkutan. Secara online sudah bisa kita dapatkan, sesuai dengan KTP, yang satu (jenazah) masih ditelusuri," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (22/12/2016).
Namun Polri belum dapat mengumpulkan data antemortem karena belum ada pihak keluarga terduga teroris yang datang ke RS Polri. Data antemortem adalah data-data fisik khas korban sebelum meninggal, mulai pakaian atau aksesori yang terakhir kali dikenakan, tanda lahir, termasuk sampel DNA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyergapan di rumah kontrakan yang baru dihuni seminggu ini dilakukan sekitar pukul 09.45 WIB, Rabu (21/12). Tiga terduga teroris, yakni Omen, Irwan, dan Helmi, tewas ditembak karena melakukan perlawanan dengan melempar bom aktif kepada anggota Densus 88, namun bom tak meledak.
Sedangkan Adam lebih dulu diciduk pada pukul 08.00 WIB, Rabu (21/12). Keempatnya diduga berencana melakukan teror dengan skenario menusuk polisi di pos lalu lintas Serpong dan meledakkan bom bunuh diri saat lokasi dipenuhi orang.
Sementara itu, Kabag Mitra Biro Penmas Divhumas Polri Kombes Awi Setiyono menyebut total ada 6 bom pipa yang ditemukan di rumah kontrakan Kampung Curug, Setu, Tangsel, Banten, itu. Keenam bom pipa sudah diurai (disposal) di kontrakan yang dihuni para terduga teroris. (fdn/fjp)











































