Netralitas ASN di Pilkada Dianggap Masih Mengkhawatirkan

Netralitas ASN di Pilkada Dianggap Masih Mengkhawatirkan

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Kamis, 22 Des 2016 13:33 WIB
Netralitas ASN di Pilkada Dianggap Masih Mengkhawatirkan
Anggota Tim Monitoring Pilkada Serentak 2017 Kemendagri, Haryadi memberikan keterangan kepada wartawan, Kamis (22/12/2016). Foto: Muhammad Fida Ul Haq/detikcom
Jakarta - Pilkada serentak disebut masih terkendala beberapa tantangan. Netralitas aparatur sipil negara (ASN) dianggap mengkhawatirkan.

"Netralitas ASN di beberapa daerah masih mengkhawatirkan, terutama di daerah yang ada calon petahana yang mencalonkan diri kembali," ujar anggota Tim Monitoring Pilkada Serentak 2017 Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Haryadi di kantor Kemendagri, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (22/12/2016).

Haryadi mengatakan terdapat konflik-konflik kecil di daerah yang melibatkan ASN. Konflik terjadi karena beda dukungan ASN terkait maju kembalinya petahana dalam pilkada.

"Ada konstelasi di antara ASN sampai berantem di antara pendukung calon A dan satu di B. Bahkan pukul-pukulan kecil, tapi sebenarnya mereka saling tahu. Keterbelahan terjadi manakala terutama ada petahana maju lagi," tuturnya.

Haryadi mengatakan netralitas sulit terjadi terutama pada level mereka yang berada di eselon 1 dan 2. Pejabat tersebut dipilih langsung gubernur sehingga netralitas sulit diwujudkan.

"Contoh di suatu daerah ini hampir bisa diduga kepala SKPD di eselon 1 dan 2 orangnya langsung ditunjuk gubernur. Makanya itu sulit," katanya.

"Risikonya kalau ketahuan bukan hanya dipecat, bahkan kepala daerah sendiri bisa dibatalkan. Tapi, pertama Tim Monitoring tidak punya kewenangan itu. Kita hanya secara langsung mengingatkan," tutur Haryadi. (fdu/fdn)


Berita Terkait