Demam Telolet Mendunia, Risma: Klakson Itu Bukan untuk Mainan

Demam Telolet Mendunia, Risma: Klakson Itu Bukan untuk Mainan

Zainal Effendi - detikNews
Kamis, 22 Des 2016 13:26 WIB
Demam Telolet Mendunia, Risma: Klakson Itu Bukan untuk Mainan
Risma/Foto: Hasan Alhabshy
Surabaya - Demam 'om telolet om' hingga ke luar negeri membuat Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berkomentar. Menurutnya, klakson telolet sebaiknya digunakan sesuai kebutuhan, bukan untuk mainan.

"Klakson itu (telolet) bukan untuk mainan, tapi digunakan jika ada perlunya," kata Risma seusai pemusnahan barang bukti sabu di Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak, Kamis (22/12/2016).

Risma mengungkapkan di Kota Surabaya tidak ada aktivitas warga di pinggir jalan yang meminta sopir bus membunyikan klakson telolet. Bahkan wali kota perempuan pertama di Surabaya ini mengaku pernah ditanya seseorang saat di luar negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di Surabaya tidak ada. Wong aku pernah ditanya orang luar negeri, 'Bu, di sini kok nggak ada yang bunyikan klakson. Apa kamu larang, sampai gitu'. Yo tak bilang, 'Nggak aku nggak larang, kurang kerjaan melarang orang bunyikan klakson'," ungkap Risma sambil tertawa.

Menurutnya, klakson sebaiknya digunakan sesuai dengan kegunaannya, bukan untuk mainan, apalagi dibunyikan dekat tempat umum, seperti rumah sakit.

"Kan kasihan kalau ada orang sakit terus dengar klakson kayak gitu. Kan bisa kaget," pungkas Risma. (ze/fjp)


Berita Terkait