"Kami sebetulnya di Pemda DKI sudah katakan kepada para pejabat selama ini, jangan bekerja untuk mendapat penghargaan. Saya bilang kepada semua pejabat, enggak usah ikut perlombaan. Saya enggak mau daftarin, enggak mau dapat penghargaan," kata Ahok kepada para pendukungnya di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (22/12/2016).
Ahok punya alasan mengapa dirinya tidak ingin pejabat di DKI ikut perlombaan, apalagi berorientasi pada penghargaan. Menurut Ahok, bila mereka bekerja dengan sungguh-sungguh untuk rakyat, maka penghargaan akan datang sendiri kepada mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok menyebutkan contoh, dirinya menargetkan pembangunan manusia dalam bentuk peningkatan pendidikan, usia harapan hidup, hingga daya beli masyarakat. Itu semua bisa diukur dalam indeks pembangunan manusia.
Dia juga memaparkan bahwa Pemprov DKI sudah banyak mendapatkan penghargaan karena pengabdian mereka kepada masyarakat. Ahok mengingatkan, bila pejabat di DKI hanya memikirkan penghargaan, belum tentu indeks pembangunan manusia bisa dicapai.
"Kami dapat empat penghargaan, dari pencapaian, inovatifnya, progresifnya, perencanaannya. Jadi itu yang saya maksudkan. Kalau kita kerja targetnya orang, pasti akan dapat penghargaan," kata mantan Bupati Belitung Timur itu.
"Kalau kita mikirin penghargaan, belum tentu orangnya tercapai loh, karena kita bisa tipu-tipu, bisa bohongin, lihat panitia kira-kira penilaiannya apa, lalu kita atur semua," lanjutnya.
Ahok juga mengatakan Pemprov DKI sudah mendapat penghargaan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Penghargaan tersebut didapat karena komitmen Pemprov DKI pada program KB. Salah satu komitmen yang menjadi penilaian mengapa BKKBN memberikan penghargaan adalah pembangunan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).
"Kita akan punya 188 lokasi RPTRA. Tahun depan tiap tahun kita tambah 200. Sehingga semua orang kumpul di situ," katanya.
(bis/dnu)











































