"Pengecekan dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta terhadap 7 maskapai. Telah diperiksa 2.031 kali terhadap 575 pesawat udara," kata Soeprasetyo ketika ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Rabu (21/12/2016).
Dirjen Perhubungan Udara Suprasetyo melakukan pengecekan di Bandara Soekarno-Hatta (Foto: Cici Marlina Rahayu/detikcom) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk hari ini, Suprasetyo melakukan pengecekan ulang terhadap 3 pesawat. Pesawat-pesawat yang dicek ulang oleh Suprasetyo di antaranya milik maskapai Garuda Indonesia dan Batik Air.
"Hari ini saya melakukan pemeriksaan ulang, oleh 3 pesawat, yaitu Garuda Airbus 330, Boeing 737 -800, selebihnya pesawat Batik, tapi karena penumpangnya sudah boarding, maka saya lakukan pemeriksaan ke flop, data-datanya saya dapat dari flop, kemudian hari ini terhadap 7 maskapai tadi," ucapnya.
Pemeriksaan hari ini meliputi bagian kokpit pesawat, dokumen pilot, pramugari, serta dokumen pesawat itu sendiri. Tak hanya bagian pesawat, semua kru juga menjalani pemeriksaan urine untuk mencegah penggunaan narkoba.
"Di samping pemeriksaan terhadap pesawat, kami juga melakukan pemeriksaan terhadap dokumen semua kru, kokpit kru, juga dokumen pesawat itu sendiri, juga pemeriksaan urine terhadap kru, dalam pemeriksaan narkoba. Di sini ada dokter medis dari kepala balai pemeriksaan penerbangan sudah periksa 37 orang dan hasilnya negatif, kru yang diperiksa sudah mencapai 3.543 orang, itu kokpit dan lainnya," ujar Suprasetyo.
Dirjen Perhubungan Udara Suprasetyo melakukan pengecekan di Bandara Soekarno-Hatta (Foto: Cici Marlina Rahayu/detikcom) |
"Hari ini 37 hasilnya negatif, beberapa temuan-temuan manner kecil, plakat, mengelupas dari tempatnya, temuan-temuan kecil ini tidak mempengaruhi terhadap penerbangan, ada temuan satu, yaitu boardstrike, segera diperbaiki," imbuhnya.
Menjelang libur panjang tersebut, Suprasetyo menyebut pemeriksaan telah dilakukan sejak awal November lalu hingga 9 Januari nanti. Suprasetyo juga mengimbau penumpang yang akan melakukan perjalanan menggunakan pesawat untuk tiba di bandara 2 jam lebih awal untuk menghindari penumpukan penumpang. (dhn/dhn)












































Dirjen Perhubungan Udara Suprasetyo melakukan pengecekan di Bandara Soekarno-Hatta (Foto: Cici Marlina Rahayu/detikcom)
Dirjen Perhubungan Udara Suprasetyo melakukan pengecekan di Bandara Soekarno-Hatta (Foto: Cici Marlina Rahayu/detikcom)